Laporkan Masalah

Pelaksanaan Pengalihan Participating Interest Kontraktor Kontrak Kerja Sama Kepada Pihak Lain Pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Dalam Perspektif Hukum Persaingan Usaha di Indonesia

GREGORIUS HUTOMO P, Prof. Dr. Drs. Paripurna, S.H., M. Hum., LL.M.

2021 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai pelaksanaan pengalihan participating interest dalam kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan PP No. 35 Tahun 2004. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian antara pelaksanaan pengalihan participating interest berdasarkan PP No. 35 Tahun 2004 dengan asas dan tujuan hukum persaingan usaha di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dan bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini dilakukan penelitian kepustakaan terlebih dahulu untuk memperoleh data sekunder, kemudian dilakukan penelitian empiris untuk memperoleh data primer dengan menggunakan teknik wawancara. Data yang terkumpul dari hasil penelitian kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalihan participating interest, baik kepada pelaku usaha afiliasi maupun kepada pelaku usaha non-afiliasi, dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 48 Tahun 2017 dan PTK SKK Migas No. 57 Tahun 2018. Namun demikian, ketentuan tersebut tidak berlaku terhadap pengalihan participating interest secara mayoritas kepada pelaku usaha non-afiliasi dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun pertama masa kegiatan eksplorasi karena adanya larangan yang diatur dalam Pasal 33 ayat (4) PP No. 35 Tahun 2004. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tolok ukur keselarasan Pasal 33 ayat (1), (2), dan (4) PP No. 35 Tahun 2004 terhadap asas dan tujuan UU No. 5 Tahun 1999 adalah terciptanya kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Peraturan KPPU No. 4 Tahun 2016, pengaturan pengalihan participating interest memuat ketentuan yang mendorong praktik diskriminasi terhadap pelaku usaha tertentu yang dilarang oleh Pasal 19 huruf d UU No. 5 Tahun 1999, sehingga tidak memuat ketentuan yang menciptakan kesempatan berusaha yang sama. Dengan demikian, pelaksanaan pengalihan participating interest berdasarkan Pasal 33 ayat (1), (2), dan (4) PP No. 35 Tahun 2004 cenderung tidak selaras dengan asas dan tujuan UU No. 5 Tahun 1999.

This legal research aims to identify and examine the implementation of the transfer of participating interest on upstream oil and gas business activities based on Government Regulation Number 35 of 2004. This research also aims to identify and examine the compatibility between the implementation of the transfer of participating interest based on Government Regulation Number 35 of 2004 with the principle and the aims of Indonesia competition law. This research is a descriptive research using empirical method that was carried out with library research to obtain secondary data, as well as field research to obtain primary data through interviews. The collected data were examined qualitatively. The result of this research indicates that the transfer of participating interest, either to affiliated company or to non-affiliated company, shall be implemented pursuant to Minister of Energy and Mineral Resources Number 48 of 2017 and Work Procedure Guidelines of SKK Migas Number 57 of 2018. In addition, the provisions as stipulated herein were not applicable to non-affiliated company over the majority transfer of participating interest during the first 3 (three) years of exploration due to the prohibition as stipulated in Article 33 paragraph (4) of Government Regulation Number 35 of 2004. The result of this research also indicates that the benchmarks for the alignment of Article 33 paragraph (1), (2), and (4) of Government Regulation Number 35 of 2004 concerning the principle and the aims of Law Number 5 of 1999 is the creation of equal business opportunities for business actors. In respect of the result of the analysis using KPPU Regulation Number 4 of 2016, the regulation on the transfer of the participating interest contains provisions that encourage discriminatory practices against certain business actors which are prohibited by Article 19 letter d of Law Number 5 of 1999. Therefore, it does not contain provisions that create equality in business opportunities. In witness whereof, the implementation of the transfer of participating interest pursuant to Article 33 paragraphs (1), (2), and (4) of Government Regulation Number 35 of 2004 is tend not to aligned with the principle and the aims of Law Number 5 of 1999.

Kata Kunci : Participating Interest, Minyak dan Gas Bumi, Persaingan Usaha

  1. S1-2021-409010-abstract.pdf  
  2. S1-2021-409010-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-409010-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-409010-title.pdf