Pendidikan kesehatan pada anggota keluarga dan dukungan sosialnya pada perilaku makan penderita hipertensi
UTAMI, Sri, dr. Doeljachman Mh., SKM.,MScPH
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Data SKRT (1995), hipertensi menempati urutan pertama prevalensi berbagai penyakit degenerative di Indonesia. Meningkatnya morbiditas penyakit hipertensi, diakibatkan oleh perilaku keidupan sehari-hari, yaitu perilaku makan tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi kolesterol, tinggi garam (natrium). Dukungan social dari teman-teman dan keluarga adalah merupakan asset kesehatan, yang dapat mempertinggi kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan faktor yang apat mewujudkan masyarakat berubah dari suatu tahap kepedulian ke tahap peningkatan pengetahuan, untuk mengubah sikap dan akhirnya untuk mengubah perilaku. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan yang dilakukan melalui metode diskusi kelompok dan ceramah pada anggota keluarga dan pengaruh dukungan social pada penderita hipertensi, sehingga terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku makan penderita hipertensi. Bahan dan cara : Kuasi Eksperimen Non Equivalent Control Group Design With Pre Test and Post Test. Subyek penelitian adalah anggota keluarga penderita hipertensi yang diberikan pendidikan kesehatan melaui metode diskusi kelompok dan ceramah. Tempat penelitian di Kota Jogjakarta. Alat ukur adalah kuesioner, untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap anggota kelaurga tentang hipertensi dan pola makan (perilaku makan) serta dukungan social pada penderita hipertensi, sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan, sikap, pola makan (perilaku makan) antara kelompok perlakuan dan control ialah dengan menggunakan uji statistic t-test, sedangkan dukungan social menggunakan uji chi square. Hasil : Penignkatan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi lebih tinggi pada diskusi kelompok daripada kelompok ceramah. Peningkatan nilai sikap tentang pencegahan hipertensi pada diskusi kelompok lebih tinggi daripada kelompok ceramah. Perilaku makan (pola makan) penderita hipertensi yang anggota keluarganya diberikan pendidikan kesehatan melalui metode diskusi kelompok lebih banyak yang berperilaku makan cukup baik dan baik dari pada metode ceramah. Ada perbedaan dukungan social anggota keluarga pada kelompok yang diberikan pendidikan kesehatan melalui metode diskusi kelompok dengan metode ceramah. Kesimpulan penelitian adalah pendidikan kesehatan melalui diskusi kelompok lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anggota keluarga tenatng hipertensi dan pencegahannya daripada ceramah. Dukungan sosial yang diberikan anggota kelaurga pad apenderita hipertensi lebih baik pad adiskusi kelompok, demikian juga dengan pola makan penderita hipertensi lebih baik pada diskusi kelompok
Available in Fulltext
Kata Kunci : Perilaku Sehat, Pola Makan, Penderita Hipertensi