Strategi coping anak asuh di panti asuhan sebagai akibat kepadatan dan kesesakan
NURLELA, Ella, Dr. Sugiyanto
2002 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara strategi coping anak asuh dengan lingkungan fisik panti asuhan sebagai stresor. Selain itu diuji pula perbedaan strategi coping berdasarkan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) serta tingkat pendidikan (SLTP dan SMU). Subyek penelitian berjumlah 60 anak asuh yang tinggal di Panti Asuhan Wisma Putera Kotainadya Bandung, terdiri dari 23 perempuan dan 37 laki-laki, berusia antara 10 - 21 tahun, dan berpendidikan SLTP dan SMU. Pengumpulan data dilakukan dengan skala strategi coping, skala kepadatan dan skala kesesakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat hubungan yang signifikan antara kesesakan di panti asuhan dengan strategi coping anak asuh (PI 0,Ol; rPr = 0,528 ; 0,274; r'pFC= 0,269; r'I:.l:C= 0,134); 2) terdapat hubungan yang signifikan antara ke adatan di panti asuhan denean strategi coping anak asuh (r, 5 0,Ol; r,,, = 0,43 1; r-totul=0 ,185; rzpl:c= 0,253; r-l+C= 0,245); (3) terdapat hubungan yang signifikan antara durasi atau lamanya tinggal di panti asuhan dengan strategi coping anak asuh (p I 0,Ol; r,,, = 0,475; r2,01nl0=, 209; r ~'I:c=0, 197; ?EFC= 0,2 14); (4) terdapat perbedaan strategi coping anak asuh yang tinggal di panti asuhan antara anak laki-laki dengan anak perempuan (p I0, Ol); (5) terdapat perbedaan strategi coping anak asuh antara anak yang berpendidikan SLTP dengan SMU (p I 0,Ol). Selain itu, terdapat perbedaan rerata PFC baik berdasarkan jenis kelamin maupun berdasarkan tingkat pendidikan. Laki-laki memiliki rerata PFC yang lebih tinggi daripada wanita, dan anak SMU memiliki rerata PFC yang lebih tinggi daripada anak SLTP. Walaupun demikian tidak ada perbedaan dalam rerata EFC baik berdasarkan jenis kelamin maupun tingkat pendidikan
‘Ihe purpose ofthis study wus to exurnine the relutionship between density, crowding, and durution of’stuy ut the jbster cure with the children’s coping stretegies. Another purpose of’the reseurch wus to find out the dijferences of coping strategies between boys and girls, und helwcen junior school studenis (SLTP) and senior school students (SMU). &re were 60 purticipunts jiom Wismu Putru Foster Care ut Kotamadyu Bundung, including 23 fimu1e.s und 37 mules und runging in age from 10 to 21. Three questionnuires contuining coping strategies, density and crowding scales during junior school and also us senior school students was administered. The results finding were shown thut : ( I ) there were signrlficuntly correlation between crowding and children ‘s coping strutegies (PS 0,O I ; rPar = 0,528 ; r2total=0 ,274; r2pFc= 0,269; r ~:/!‘I;C=0=,1 34); (2) there were signijicantly correlation between density und children’s coping strutegies &T s 0,01; rpar = 0,431; r tolcll= 0, I85; r p ~ †= 0,253; r EI.‘c.= 0,245); (3) there were sign~cantly correlation between durution of stuy ut Ji,ster cure und children ‘s coping strategies signlficuntly dflerence ofthe coping slrutegy between boys und girls <0,0l); (5) the were signif ccrnfly dgirence of the coping .sfruleu between junior und senior high school students @ 5 0,OI). Another result shown t h t boys P/;C were more higher that girls PFC, and senior Izigh scIzoo1 students I’If’C were more higher thun junior high school students PIT. However, there wus no dijirence of’the EFC.’ oj‘ the children jblowing sex nor education level. 2 2 2 2 (p I0,OI; rpur = 0,475; r2tot~l0~,=2 09; r 2 p p p =0 ,197; r2 E F~:= 0,214); (4) the were
Kata Kunci : Coping,Strategi,Kepadatan Panti Asuhan, coping strulegies, crowding