Karakteristik Sosial dan Demografi Rumah Tangga yang Mengalami Kematian Bayi di Indonesia (Analisis Data SDKI 2017)
IRMA YULIANA N, Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.
2021 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANSalah satu tujuan dari SDGs yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia yaitu dengan menurunkan angka kematian bayi. Angka kematian bayi menjadi tolak ukur karena angka kematian bayi menjadi indikator tingkat kesehatan dan pembangunan manusia di suatu daerah. Angka kematian bayi di Indonesia mengalami penurunan tahun ke tahun. Meskipun mengalami penurunan, Indonesia masih memiliki tugas untuk mencapai target SDGs 2030 yaitu 12 kematian per 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan kondisi tersebut tujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui karakteristik sosial dan demografi rumah tangga yang mengalami kematian bayi di Indonesia (2) memetakan kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh rumah tangga yang mengalami kematian bayi pada 5 tahun terakhir sebelum survei yaitu 2012-2017, dengan status anak terakhir dari anak seluruh wanita usia subur yang menjadi sampel SDKI 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif dan pemetaan angka kematian bayi di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik rumah tangga yang mengalami kematian bayi di Indonesia mayoritas terjadi para ibu yang tidak bersekolah, umur ibu saat melahirkan pertama kali yaitu lebih dari 35 tahun, urutan kelahiran dua ke bawah, jarak kelahiran kurang dari 24 bulan, ibu yang tidak melakukan suntik tetanus, dan melakukan pemeriksaan kehamilan kepada dukun bayi. Berdasarkan klasifikasi angka kematian bayi oleh Burgeois-Pichat, Indonesia termasuk dalam kategori hard rock dan intermediete rock. Pulau yang tergolong klasifikasi hard rock yaitu pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, sedangkan pulau yang tergolong klasifikasi intermediate rock yaitu Pulau Kalimantan, Maluku dan Papua.Pengurangan angka kematian pada kategori hard rock lebih sulit dan memerlukan ilmu kedokteran yang lebih maju, sementara pada kategori intermediete rock diperlukan perubahan tatanan sosial pada masyarakat.
One of the SDGs' goals is to ensure healthy lives and promote the well-being at all ages by reduce infant mortality. Infant mortality rate is an indicator of the level of health and human development in a country. The infant mortality rate in Indonesia has decreased from year to year. Even though it has decreased, Indonesia still has the task to achieve the SDGs 2030's target that is 12 deaths per 1000 live births. Based on these conditions, the purpose of this research are: (1) to understand social and demography's characteristic of household that had infant mortality in indonesia (2) to map infant mortality rate in Indonesia. This research uses secondary data from Indonesian Demographic and Health Survey Data 2017. The population in this research are all households who had infant mortality in the last 5 years before the survey (2012-2017), with the status of the last child of all women who are the sample of the IDHS. 2017. The analytical's method that used in this research is descriptive statistical analysis and mapping variability of infant mortality rate in Indonesia. The result shows that households that had infant mortality in Indonesia mostly occur at mother who didn't go to school, mother's age at first birth is more than 35 years, birth interval less than 24 month, order of birth is less than 2, no TT injection, and antenatal's check by a traditional birth attendant. Based on classification of infant mortality rate by Burgeois-Pichat, Indonesia is classified to hard rock and intermediete rock. The islands that classified to hard rock are Sumatra, Java, Sulawesi, Bali and Nusa Tenggara. The islands that classified to intermediete rock are Kalimantan, Maluku and Papua. Reduce infant mortality rate in hard rock area is more difficult and needs advanced medical science, while in intermediete rock area needs improvement of social structure.
Kata Kunci : kematian bayi, sosial dan demografi, deskriptif