Blackbox Testing Terhadap Purwarupa Sistem Monitoring Kualitas Air Berbasis Internet Of Things
ANGGITA NUR FATHONI, Unan Yusmaniar Oktiawati, S.T., M.Sc., Ph.D.
2021 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA INTERNETBidang kelautan dan perikanan adalah salah satu sumber devisa negara yang saat ini cukup menjanjikan salah satunya adalah lobster. Akan tetapi di dalam budidayanya masih sering terjadi gagal panen yang diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya terkait kualitas air yang berubah sewaktu-waktu. Maka dari itu harus adanya sistem yang dapat memonitoring kualitas air pada budidaya lobster yang dapat lebih efisien. Pada umumnya kegiatan memonitoring air dapat dilakukan secara manual, dengan mengambil sampel air di waktu tertentu lalu hasilnya dianalisis. Proyek akhir ini bertujuan untuk membuat sebuah purwarupa sistem yang dapat melakukan monitoring terhadap kualitas air berbasis Internet of Things dengan parameter suhu dan pH. Sistem ini menggunakan mikrokontroler Wemos dan aplikasi Blynk. Hasil dari proyek akhir ini adalah membuat sebuah sistem monitoring kualitas air yang dapat di akses secara online dan real-time. Pengujian dilakukan dengan metode blackbox testing dan kuesioner. Pada pengujian akurasi terhadap sensor suhu DS18B20 menghasilkan nilai rata-rata relative error sebesar 0,98% dan akurasi terhadap sensor pH dfrobot menghasilkan nilai rata-rata relative error 0,95%. Pengujian kualitas air diambil dari tiga sampel yaitu air aquarium, air kolam ubin dan air kolam semen menghasilkan nilai suhu dan pH dalam kondisi normal. Pada blackbox testing telah dibuat beberapa skenario pengujian sistem pada LED, Buzzer, LCD dan Blynk mendapatkan hasil yang valid. Kemudian sistem yang dibuat telah dilakukan pengujian dengan kuesioner untuk mendapatkan tingkat persetujuan atas pertanyaan yang telah diberikan. Kuesioner dilakukan dengan 8 pertanyaan yang diberikan kepada 62 responden dan mendapatkan nilai untuk masing-masing pertanyaan lebih dari 95 % sehingga sistem ini dapat disimpulkan sangat setuju untuk seluruh pertanyaan yang diajukan.
The marine and fisheries sector is one source of foreign exchange that is currently quite promising, one of which is lobster. However, in its cultivation there are still frequent crop failures caused by several factors, one of which is related to water quality which changes from time to time. Therefore, there must be a system that can monitor water quality in lobster cultivation that can be more efficient. In general, water monitoring activities can be done manually, by taking water samples at a certain time and then analyzing the results. This final project aims to create a prototype system that can monitoring water quality based on the Internet of Things with temperature and pH parameters. This system uses the Wemos microcontroller and the Blynk application. The result of this final project is to create a water quality monitoring system that can be accessed online and real-time. Testing is done by using blackbox testing and questionnaires. In testing the accuracy of the DS18B20 temperature sensor, it produces an average relative error value of 0.98% and the accuracy of the dfrobot pH sensor produces an average relative error value of 0.95%. Water quality testing was taken from three samples, namely aquarium water, tiled pool water and cement pool water, producing temperature and pH values under normal conditions. In blackbox testing, several system test scenarios have been made on LED, Buzzer, LCD and Blynk to get valid results. Then the system created has been tested with a questionnaire to get the level of approval for the questions that have been given. The questionnaire was conducted with 8 questions given to 62 respondents and got a score for each question more than 95% so that this system can be concluded to be highly approved for all the questions asked.
Kata Kunci : IoT, Budidaya Lobster, Sensor, Wemos, Blynk, Blackbox Testing