Laporkan Masalah

Strategi Pengelolaan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Bukit Lintang Sewu, RPH Mangunan, KPH Yogyakarta

AFIFAH NUR PRAMUDI, Wiyono, S.Hut., M.Si.

2021 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Salah satu bentuk kemitraan kehutanan adalah kerjasama Koperasi Noto Wono dengan KPH Yogyakarta. Koperasi Noto Wono menaungi 7 operator dan 2 sub operator dalam kegiatan pengelolaan ekowisata. Salah satu operator adalah Bukit Lintang Sewu. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan aspek kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha di Bukit Lintang Sewu, (2) menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, (3) merumuskan strategi pengelolaan pada pandemi covid-19. Penelitian dilakukan dengan metode kombinasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, kuantitatif, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukan (1) pengelolaan Bukit Lintang Sewu telah memiliki badan hukum yaitu Koperasi Noto Wono, melakukan penyusunan struktur organisasi, pengelolaan tegakan, pengelolaan fasilitas, perlindungan kawasan, promosi, dan menjalankan usaha ekowisata. (2) Kelebihan yang dimiliki adalah tegakan kayu putih, pemandangan, variasi program ekowisata, lahan relatif datar, fasilitas umum menunjang, dan menerapkan protokol kesehatan. Kelemahan yang dimiliki adalah kekurangan sumber daya manusia, tidak adanya pembagian kerja dan ADART, lokasi yang berada di tengah, dan terdapat spot foto yang rusak. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah penggunaan media sosial, ketertarikan masyarakat terhadap ekowisata, dan berada di Pedukuhan Karangasem. Ancaman yang dimiliki adalah menjamurnya ekowisata, bencana alam, pandemi covid-19, dan penurunan jumlah pengunjung. Strategi yang dapat diterapkan adalah perekrutan anggota, pembuatan ADART, promosi, perbaikan spot dan fasilitas, pengadaan acara khusus, pengaktifan kedai kopi, pembuatan jalur evakuasi, dan beradaptasi dengan kebijakan baru. (3) Strategi khusus dalam menghadapi covid-19 adalah promosi mengenai kesehatan dan keselamatan ekowisata, staycation, dan memasang papan himbauan protokol kesehatan.

One of forestry partnership form is Noto Wono Cooperative Cooperation with KPH Yogyakarta. Noto Wono Cooperative oversees 7 operators and 2 sub operators in ecotourism management activities. One of the operators is Bukit Lintang Sewu. The objectives of this study are (1) to describe aspects of institutional management, regional management, and business management in Bukit Lintang Sewu, (2) to analyze strengths, weaknesses, opportunities, and threats, (3) to formulate management strategies during the covid-19 pandemi. The research was conducted using a combination method. The data analysis was using qualitative, quantitative, and SWOT analysis method. The results showed that (1) the management of Bukit Lintang Sewu already has a legal entity, that is Noto Wono Cooperative, carrying out organizational structure preparation, stand management, facility management, area protection, promotion, and running an ecotourism business. (2) The strengths of Bukit Lintang Sewu are eucalyptus stands, views, variety of ecotourism programs, relatively flat land, supporting public facilities, and implementing health protocols. The weaknesses are the lack of human resources, the absence of division of labor and ADART, the location is in the middle, and there are damaged photo spots. Opportunities that could be used were using of social media, public interest in ecotourism, and being in the Karangasem hamlet. The threat may occur to Bukit Lintang Sewu are proliferation of ecotourism, natural disasters, the covid-19 pandemi, and decreases in the number of visitors. Strategies that can be implemented are recruiting members, making ADART, promotions, repairing spots and facilities, holding special events, activating coffee shops, making evacuation routes, and adapting to new policies. (3) Specific strategies to face covid-19 problems are promotion of ecotourism health and safety, staycations, and putting on the health protocol notice boards.

Kata Kunci : Bukit Lintang Sewu,Covid-19,Ekowisata,Kemitraan Kehutanan

  1. D3-2021-426063-abstract.pdf  
  2. D3-2021-426063-bibliography.pdf  
  3. D3-2021-426063-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2021-426063-title.pdf