Akulturasi Mahasiswa China di Yogyakarta
Chen, Yanrenjing, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si.
2021 | Tesis | MAGISTER ANTROPOLOGIDidorong oleh kebijakan China "One Belt, One Road", pertukaran ekonomi, politik, dan budaya antara China dan negara-negara Asia Tenggara menjadi semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai bintang yang bersinar di Asia Tenggara, Indonesia semakin menarik minat orang China untuk bereksplorasi. Dengan berdirinya jurusan Bahasa Indonesia di berbagai perguruan tinggi, maka semakin banyak mahasiswa China yang datang ke Indonesia sebagai mahasiswa pertukaran, sekaligus menjalani proses akulturasi. Penelitian ini menggunakan Yogyakarta di Indoensia sebagai basis penelitian untuk mengeksplorasi praktik dan strategi akulturasi mahasiswa China di Yogyakarta. Penelitian dilakukan di Yogyakarta dan metode penelitiannya adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, metode observasi partisipatif, dan wawancara terstruktur untuk pengumpulan data. Studi ini menemukan bahwa mahasiswa China dalam proses akulturasi terutama menghadapi kesulitan yang disebabkan oleh empat aspek: inisiatif akulturasi, perbedaan ide dan nilai, masalah tradisional, dan kohesi, dan beberapa saran yang relevan telah dikemukakan secara terarah.
Driven by China one belt, One Road policy, economic, political, and cultural exchanges between China and Southeast Asian countries have become increasingly close in recent years. As a rising star in Southeast Asia, Indonesia is increasingly attracting Chinese people to explore. With the establishment of Indonesian language majors in various universities, more and more Chinese students come to Indonesia as exchange students, and at the same time undergo the process of cultural adaptation. This research uses Yogyakarta, Indonesia as a research base, and aims to explore the acculturation practices and strategies of Chinese students in Yogyakarta. The research was conducted in Yogyakarta, and the research was qualitative, using literature research methods, participatory observation methods, and structured interviews for data collection. The study found that Chinese students in the process of acculturation mainly face difficulties caused by four aspects: the initiative of acculturation, differences in thoughts and values, traditional problems, and cohesion, and some relevant suggestions have been put forward.
Kata Kunci : Akulturasi, Mahasiswa China, Yogyakarta