Desain dan Konstruksi Peta-peta Bencana Alam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berdasarkan Kaidah Kartografis
YUYUN WULANDARI, Dr. Noorhadi Rahardjo, M.Si., P.M
2021 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPeta bencana alam merupakan salah satu instrumen penting dalam proses manajemen bencana terutama di kawasan rawan bencana seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). BPBD DIY selaku instansi pemerintah yang mengusahakan penanggulan bencana di DIY telah mengeluarkan peta kebencanaan yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Akan tetapi peta-peta tersebut masih belum lengkap serta belum sesuai dengan kaidah kartografi. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengevaluasi peta-peta bencana alam di DIY yang telah dipublikasikan oleh BPBD DIY secara kartografis dengan mempertimbangkan pendapat masyarakat sebagai pengguna serta aspek kebencanaan sebagai objek yang dipetakan yang kemudian dijadikan acuan dalam melakukan desain dan konstruksi peta-peta bencana alam di DIY untuk melengkapi informasi pada peta-peta bencana alam di DIY. Evaluasi secara kartografis dilakukan dengan menilai simbol yang terdiri atas karakteristik data dan variable visual, serta tata letak peta dengan menilai keseimbangan serta kelengkapan unsur peta. Evaluasi dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat dilakukan melalui kuisoiner daring, serta penilaian aspek kebencanaan dilakukan melalui studi literatur yang menilai konsistensi penggunaan simbol dan kesesuaian simbol dengan bencana yang dipetakan. Hasil evaluasi pada 9 peta bencana menunjukkan bahwa penggunaan simbol memiliki persentase kesalahan keseluruhan sebesar 17,74%, adapun kendala yang dirasakan masyarakat sebagian besar pada penggunaan warna serta ketidaseimbangan peletakkan unsur-unsur peta, serta peta-peta yang dievaluasi secara umum telah memenuhi kadiah kebencanaan. Secara keseluruhan, peta-peta tahun 2018 dianggap sebagai peta terbaik, baik simbol maupun tata letaknya. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut maka dilakukan penyusunan simbol dan rancangan tata letak pada saat kejadian bencana serta pascabencana yang diharapkan dapat mengoptimalkan penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat dalam proses manajemen kebencanaan.
Natural disaster maps are one of the important instruments in the disaster management process, especially in disaster-prone areas such as the Special Region of Yogyakarta (DIY). BPBD DIY as a government agency working on disaster management in DIY has issued a disaster map that can be accessed by the entire community. However, these maps are still incomplete and not in accordance with the rules of cartography. Therefore, the authors conducted a study with the aim of evaluating the maps of natural disasters in DIY that had been published by BPBD DIY in a cartographic manner by considering the opinions of the community as users and aspects of disaster as a mapped object which was then used as a reference in designing and constructing the maps of natural disasters in DIY to complete the information on natural disaster maps in DIY. Cartographic evaluation is carried out by assessing symbols consisting of data characteristics and visual variables, as well as map layout by assessing the balance and completeness of map elements. Evaluation by considering the aspirations of the community is carried out through an online questionnaire, and the assessment of disaster aspects is carried out through a literature study that assesses the consistency of the use of symbols and the suitability of the symbols with the mapped disaster. The results of the evaluation on 9 disaster maps showed that the use of symbols had an overall error percentage of 17.74%, while the constraints felt by the community were mostly on the use of color and the imbalance in the placement of map elements, and the maps that were evaluated generally met the disaster gift. Overall, the 2018 maps are considered the best maps, both in terms of symbols and layout. Based on the results of the evaluation, symbols and layout designs were made at the time of disaster and post-disaster events which are expected to optimize the delivery of disaster information to the community in the disaster management process.
Kata Kunci : kartografi, evaluasi peta, bencana alam, simbol peta, tata letak peta, Daerah Istimewa Yogyakarta