Laporkan Masalah

WACANA UPACARA BAJADI: PANDANGAN MASYARAKAT DAYAK TOMUN LAMANDAU MENGENAI PERNIKAHAN

NICKI PRATAMA, Dr. Suhandano, M.A.

2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Masyarakat Dayak Tomun Lamandau sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya leluhur. Budaya dijadikan sebagai landasan untuk berpikir dan perilaku dalam setiap aspek kehidupan masyarakatnya. Hal tersebut tercermin dalam pola komunikasi pada setiap interaksi masyarakatnya, misalnya pola komunikasi wacana Bajadi. Wacana Bajadi merupakan wacana dialog lisan yang dikomunikasikan secara khas pada saat upacara pernikahan masyarakat Dayak Tomun Lamandau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur wacana Bajadi, mendeskripsikan karakteristik kebahasaan wacana Bajadi, dan mengungkap pandangan masyarakat Dayak Tomun Lamandau mengenai pernikahan yang tercermin dalam wacana Bajadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak bebas libat cakap, dengan teknik simak dan transkip. Setelah itu, peneliti melakukan observasi dan wawancara terbuka kepada informan kunci dan beberapa informan pendukung untuk memverifikasi dan menerjemahkan data. Kemudian, data dianalisis dengan beberapa tahap, yaitu (1) menerjemahkan data secara harafiah dan bebas, (2) menganalisis struktur wacana, (3) menganalisis karakteristik kebahasaan wacana, dan (4) menunjukkan pandangan masyarakat Dayak Tomun mengenai pernikahan sebagaimana yang tercermin dalam wacana Bajadi dengan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal, yaitu (1) wacana Bajadi memiliki struktur awal, tengah dan akhir; (2) wacana Bajadi memiliki karakterisitik kebahasaan yang khas, yaitu dituturkan dengan kode ujaran Dayak Tomun dialek Lamandau, kode ujaran Dayak Tomun dialek Delang dan kode ujaran Bahasa Indonesia, dituturkan dengan ragam bahasa lisan dan ragam literer; dan (3) wacana Bajadi mampu mengungkap pandangan masyarakat Dayak Tomun mengenai pernikahan, yaitu (a) pernikahan merupakan hal yang sakral, (b) pernikahan merupakan regulasi, (c) pernikahan merupakan kesepakatan, (d) pernikahan merupakan tanggung jawab, (e) pernikahan merupakan kewajiban, (f) pernikahan merupakan perjalanan, (g) pernikahan merupakan penghargaan, dan (h) pernikahan merupakan bentuk pelestarian budaya.

The people of Dayak Tomun Lamandau highly uphold the ancestral cultural values. Culture is made as the foundation of thoughts and behaviors in every and each of their social aspects. This is reflected in the communication pattern of the people interactions, one of which is Bajadi discourse communication pattern. Bajadi discourse is an oral dialogue discourse that is typically communicated during the marriage ceremony of Dayak Tomun Lamandau people. This research aimed to describe the structure of Bajadi discourse, to describe the linguistic characteristics of Bajadi discourse, and to reveal the perspective of Dayak Tomun Lamandau towards marriage that is reflected in Bajadi discourse. This research used descriptive qualitative method. The data were collected through uninvolved conversation observation method, and listening and note- taking technique. After that, the researcher conducted observation and open interview to key informants and some supporting informants in order to verify and translate data. Then, the data were analyzed in several stages: (1) translating the data literally and freely, (2) analyzing the discourse structure, (3) analyzing the discourse linguistic characteristics, and (4) interpreting the perspective of Dayak Tomun people regarding marriage, as reflected in Bajadi discourse by using ethnography of communication approach. The results of this research are: (1) Bajadi discourse has beginning, middle, and end structure; (2) Bajadi discourse has linguistic characteristics, which is spoken Dayak Tomun Lamandau dialect speech code, Dayak Tomun Delang dialect speech code, and Indonesian speech code, spoken in oral and literary language varieties; (3) Bajadi discourse is able to reveal the perspectives of Dayak Tomun people regarding marriage, in which (a) marriage is sacred, (b) marriage is a regulation, (c) marriage is an agreement, (d) marriage is a responsibility, (e) marriage is an obligation, (f) marriage is a journey, (g) marriage is an appreciation, and (h) marriage is cultural preservation.

Kata Kunci : etnografi komunikasi, wacana, masyarakat Dayak Tomun Lamandau, Bajadi/ethnography of communication, discourse, Dayak Tomun Lamandau people, Bajadi

  1. S2-2021-449354-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449354-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449354-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449354-title.pdf