Pengaruh Persepsi Petani terhadap Penerapan Teknologi Pertanian Perkotaan di Kota Yogyakarta
FADHILA ANNISA P, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si.; Mesalia Kriska, S.P., M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenerapan pertanian perkotaan merupakan upaya dalam menjawab masalah luasan lahan pertanian yang terus berkurang. Kegiatan ini dapat didefinisikan sebagai aktivitas pertanian yang melibatkan keterampilan, keahlian, dan inovasi dalam budidaya pertanian melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan-lahan kosong guna menambah gizi serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui tingkat persepsi sebagian besar (diatas 50%) petani dalam penerapan teknologi pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta. 2) Mengetahui pengaruh persepsi dan faktor lainnya (pengetahuan, peran kelompok, dan pemanfaatan teknologi informasi) terhadap penerapan teknologi pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta, yaitu di Kapanewon Kotagede dan Kapanewon Kraton, penentuan lokasi penelitian dan sampel kelompok secara purposif, sedangkan pengambilan sampel petani secara simple random sampling yang diperoleh sebanyak 40 petani. Uji proporsi digunakan untuk mencari proporsi petani yang memiliki persepsi tinggi terhadap penerapan teknologi pertanian perkotaan. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan teknologi pertanian perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan petani memiliki persepsi yang tinggi dalam penerapan teknologi pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta. Dari hasil analisis regresi, faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan teknologi pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta adalah pengetahuan dan peran kelompok tani.
The application of urban farming is an effort to answer the problem of decreasing agricultural land area. This activity can be defined as an agricultural activity that involves skills, expertise, and innovation in agricultural cultivation through the use of yards or vacant lands to increase nutrition and improve the economy and family welfare. The aims of this study are 1) To determine the level of perception of most (above 50%) farmers in the application of urban farming technology in the city of Yogyakarta. 2) To know the influence of perceptions and other factors (knowledge, group roles, and the use of information technology) on the application of urban farming technology in the city of Yogyakarta. This research was conducted in the city of Yogyakarta, namely in Kapanewon Kotagede and Kapanewon Kraton, the determination of research locations and group samples was purposive, while the sample of farmers was simple random sampling obtained as many as 40 farmers. The proportion test is used to find the proportion of farmers who have a high perception of the application of urban farming technology. Multiple linear regression analysis is used to determine what factors influence the application of urban farming technology. The results showed that farmers have a high perception of the application of urban farming technology in the city of Yogyakarta. From the regression analysis results, the factors that influence the application of urban farming technology in the city of Yogyakarta are knowledge and the role of farmer groups.
Kata Kunci : Persepsi, adopsi, pertanian perkotaan