Laporkan Masalah

Narrative Review: Monitoring Kadar Residu Antibiotik Golongan Tetrasiklin Pada Bahan Pangan Hewani Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

VINCENTIA FIORELLINI, Prof. Dr. apt. Sudibyo Martono, M. S.

2021 | Skripsi | S1 FARMASI

Antibiotik golongan tetrasiklin termasuk tetrasiklin dan oksitetrasiklin merupakan antibiotik spektrum luas yang umum digunakan pada hewan untuk pengobatan, pencegahan penyakit, dan pemacu pertumbuhan agar permintaan bahan pangan terpenuhi. Pemberian antibiotik dengan dosis dan durasi yang tidak tepat memungkinkan adanya residu antibiotik yang dapat memberikan efek samping pada konsumen. Telaah pustaka ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan residu antibiotik golongan tetrasiklin pada bahan pangan asal hewan. Telaah pustaka ini didasarkan pada literatur yang tersedia yang diterbitkan di Google Scholar, ResearchGate, Pubmed, ScienceDirect dan dari penelusuran pustaka yang digunakan pada literatur yang sudah ditemukan. Literatur yang digunakan merupakan hasil penelitian secara eksperimental kadar residu antibiotik tetrasiklin pada bahan pangan hewani dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Data dari literatur yang diambil adalah jumlah sampel atau persentase (%) sampel bahan pangan asal hewan yang mengandung residu antibiotik oksitetrasiklin dan tetrasiklin melampaui nilai batas maksimum residu antibiotik yang diizinkan. Hasil yang didapat dari review 44 artikel masih ditemukan kadar residu oksitetrasiklin dan tetrasiklin melebihi nilai batas maksimum residu berdasarkan nilai acuan yang digunakan. Hal ini menunjukkan masih tingginya pemberian antibiotik pada hewan oleh peternak, tanpa resep dokter dan kurangnya pemahaman mengenai withdrawal time. Konsumen perlu untuk lebih waspada dalam konsumsi bahan pangan asal hewan.

Tetracycline antibiotics, including tetracycline and oxytetracycline are broad-spectrum antibiotics widely used in animals for both treatment and prevention of diseases and to enhance animal growth to fulfill the customer demand. Giving antibiotics with inappropriate application can lead to occurrence of residues in foods of animal origin that can have side effects on consumers. This review aims to determine the presence of tetracyclines residue in foods of animal origin that can be easily obtained by consumers. This research is a narrative review using data extracted from the available articles published on Google Scholar, ResearchGate, Pubmed, ScienceDirect, and articles that were used in the previously published articles. The articles used in this review were articles that had the result of residual levels in foods of animal origin based on experimental research using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method. The data extracted were the number of samples or percentage (%) of samples contained oxytetracycline and tetracycline residues above the permitted MRLs value. Based on the review of 44 articles, tetracycline and oxytetracycline residues above the MRLs can still be found. It has shown that a lot of animal given antibiotics by the breeders without vet's prescription. The breeders had given the wrong dosage of antibiotics and lack of adherence to withdrawal times. Consumers must be aware of the consumption of animal-derived foods.

Kata Kunci : residu tetrasiklin, bahan pangan hewani, KCKT / tetracyclines residue, animal-derived foods, HPLC.

  1. S1-2021-414218-abstract.pdf  
  2. S1-2021-414218-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-414218-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-414218-title.pdf