Inovasi Kebijakan Publik di Tengah Periode Bencana (Studi Kasus di Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta)
FAUZAN CAHYA BACHTIAR, Drs. Suparjan, M.Si.
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANKemampuan dalam melakukan inovasi kebijakan dapat membantu sektor publik untuk mengatasi berbagai dinamika permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Contoh permasalahan baru yang dihadapi oleh masyarakat pada saat terjadi bencana pandemi adalah turunnya tingkat ekonomi dan ancaman kondisi kesehatan masyarakat. Dalam menghadapi masalah tersebut, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo melakukan inovasi kebijakan dengan membentuk Tim Panggung Tanggap Covid-19. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berupaya untuk mengungkap upaya pengembangan dari inovasi kebijakan Panggung Tanggap Covid-19 beserta faktor pendorong, pendukung, dan penghambatnya. Perspektif teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori inovasi organisasi oleh Rogers. Menurutnya, inovasi organisasi merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh organisasi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini juga menggunakan konsep inovasi, kebijakan, dan inovasi kebijakan dalam menganalisis inovasi kebijakan Panggung Tanggap Covid-19. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan metode wawancara terhadap 17 informan, observasi, dan dokumentasi. Sementara untuk informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive dan snowball. Data yang terkumpul selama proses pengumpulan data tersebut kemudian peneliti triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi kebijakan Panggung Tanggap Covid-19 merupakan sebuah upaya inovasi organisasi yang diawali dengan adanya masalah sebagai dampak dari bencana pandemi. Kondisi tersebut kemudian membuat Pemerintah Kalurahan Panggungharjo menyusun gagasan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dari hal tersebut, dikeluarkanlah kebijakan baru berupa Tim Panggung Tanggap Covid-19. Dari praktiknya, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo mendapatkan temuan-temuan yang menjadi bahan perbaikan dan koreksi bagi inovasi organisasi selanjutnya. Selain itu, didapatkan pula faktor-faktor yang mendorong terjadinya inovasi kebijakan Panggung Tanggap Covid-19, baik yang berasal dari sumber internal maupun eksternal yakni: (1) pemerintahan yang tanggap dan inovatif, (2) dampak bencana pandemi pada banyak aspek, (3) anjuran untuk mengurangi kontak langsung, dan (4) keterbatasan sumber daya. Dalam penerapannya, didapatkan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat upaya pelaksanaan inovasi kebijakan Panggung Tanggap Covid-19. Faktor-faktor pendukung yang ditemukan, yakni: (1) komunikasi dan penyebaran informasi yang teratur, (2) pemanfaatan teknologi, dan (3) kolaborasi antar aktor. Sementara faktor-faktor penghambat yang ditemukan, yakni: (1) perbedaan kemampuan masyarakat terhadap teknologi, (2) adaptasi terhadap kewajiban baru, dan (3) perbedaan penilaian di masyarakat.
The ability to make policy innovations can help the public sector to overcome various dynamic problems faced by society. Examples of new problems faced by the community during a pandemic disaster are a decline in the level of the economy and the threat of public health conditions. In dealing with this problem, the Panggungharjo Village Government made a policy innovation by forming a Covid-19 Stage Response Team. Based on this, this study seeks to reveal the formation process of the Covid-19 Response Stage policy innovation and its driving, supporting, and inhibiting factors. The theoretical perspective used in analyzing this research is the organizational innovation theory by Rogers. According to him, organizational innovation is a process carried out by organizations in overcoming the problems at hand. This study also uses the concept of innovation, policy, and policy innovation in analyzing the Covid-19 Response Stage policy innovation. The research method used in research is a qualitative approach using descriptive analysis. In collecting data, this research uses interview with 17 informant, observation, and documentation methods. Meanwhile, the informants in this study were selected using purposive and snowball techniques. The data collected during the data collection process were then triangulated to test the validity of the data. The results of the analysis carried out in this study indicate that the Covid-19 Response Stage policy innovation is an organizational innovation process that begins with a problem as a result of the pandemic disaster. This condition then made the Panggungharjo Village Government formulate an idea to solve the problem. From this, a new policy was issued in the form of the formation of the Covid-19 Stage Response Team. From practice, the Panggungharjo Village Government obtained findings that became material for improvement and correction for further organizational innovations. In addition, some factors led to the innovation of Covid-19 Response Stage policies, both from internal and external sources, namely: (1) responsive and innovative government, (2) the impact of the pandemic disaster on many aspects, (3) ) suggestions for reducing direct contact, and (4) limited resources. In the application process, factors that support and hinder efforts to implement the Covid-19 Response Stage policy innovation were found. The supporting factors found were: (1) regular communication and information dissemination, (2) technology use, and (3) collaboration between actors. Meanwhile, the inhibiting factors that were found were: (1) differences in people's ability to technology, (2) adaptation to new obligations, and (3) differences in assessment in society.
Kata Kunci : inovasi, inovasi kebijakan, inovasi organisasi, sektor publik, bencana