ANALISIS PENGENAAN PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN TERHADAP WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PEREMPUAN KAWIN DITINJAU DARI ASAS KEADILAN
EVASOLINA LUBIS, Anugrah Anditya
2021 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana ketentuan pajak penghasilan kepada perempuan kawin dilihat dari sudut pandang asas keadilan. Indikator keadilan pada ketentuan pajak penghasilan bagi perempuan kawin dalam penelitian ini dilihat dari perspektif keadilan menurut progressive feminism. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara studi pustaka . Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data sekunder yang berwujud tertulis yang dapat berbentuk dokumen resmi, arsip dan dokumen penunjang lain yang berhubungan dalam penelitian. Metode ini merupakan kegiatan menelusuri, memeriksa dan mengkaji dari data sekunder yang didapatkan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh dua kesimpulan. Pertama terkait pengenaan pemungutan pajak penghasilan terhadap perempuan kawin yang telah mengalami perubahan-perubahan seiring berjalannya waktu sehingga dalam undang-undang pajak penghasilan saat ini telah mengakui perempuan sebagai wajib pajak dengan opsi status kewajiban perpajakan yang bisa dipilih oleh suami-istri. Kedua, pengenaan pemungutan pajak penghasilan kepada perempuan kawin yang belum adil apabilan ditinjau dari asas keadilan dalam sudut pandang progressive feminism.
This study aims to determine and analyze how the income tax provisions for married women are seen from the point of view of the principle of justice. The indicator of fairness in income tax provisions for married women in this study is seen from the perspective of justice according to progressive feminism. This study uses data collection techniques by means of literature study. Literature study is a secondary data collection technique in written form which can be in the form of official documents, archives and other supporting documents related to research. This method is an activity of tracing, examining and reviewing the secondary data obtained. Based on the results of the study, two conclusions were obtained. The first relates to the imposition of income tax collection on married women which has undergone changes over time so that the current income tax law has recognized women as taxpayers with the option of tax obligation status that can be chosen by husband and wife. Second, the imposition of income tax collection on married women is not fair when viewed from the principle of justice in the perspective of progressive feminism.
Kata Kunci : Pajak Penghasilan, Perempuan kawin, Asas Keadilan, Progressive feminism