Hubungan Tingkat Pengeluaran Makan Rumah Tangga dengan Keragaman Pangan dan Status Gizi Balita (Analisis Data Indonesian Family Life Survey tahun 2014-2015)
ZIYADA QONITA, Tony Arjuna, M.NutDiet, PhD, AN, APD. ; dr. Mohammad Robikhul Ikhsan, Sp.PD.,K-EMD., M.Kes.
2021 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang : Kualitas hidup individu sangat terkait dengan tingkat produktivitas. Status gizi pada awal kehidupan akan mempengaruhi tumbuh kembang individu dan mempengaruhi kesehatan, kesejahteraan dan produktivitas individu dalam jangka panjang. Status gizi balita di pengaruhi berbagai salah satunya daya beli makanan yang akan membatasi balita mendapatkan makanan yang beragam. Makanan yang beragam diperlukan balita dalam memenuhi asupan gizi yang berkualitas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengeluaran makan rumah tangga dengan keragaman pangan dan status gizi balita. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross-sectioal menggunakan data sekunder berupa Indonesia Family Life Survey (IFLS) gelombang 5 tahun 2014-2015. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat 35,46% balita stunting, 9,52% balita wasting, dan 20,50% balita underweight. Pengeluaran makan rumah tangga memiliki hubungan signifikan baik dengan karagamn pangan balita dan kejadian undernutrition (p<0,05). Selain itu kergaman pangan juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian undernutrition (p<0,05). Kesimpulan: Kejadian stunting dan wasting di Indonesia berturut-turut termasuk ke dalam prevalensi tingkat tinggi dan menengah masalah kesehatan masyarakat. Pengeluaran makan rumah tangga yang rendah akan membatasi keluarga untuk memberikan makanan yang berkualitas dan beragam kepada ballita sehingga mempengaruhi status gizi balita.
Background: Individual quality of life is closely related to the level of productivity. Nutritional status in early life will affect individual growth and development and affect individual health, well-being and productivity in the long term. The nutritional status of toddlers is influenced by various factors, one of which is the purchasing power of food, which will limit toddlers getting a variety of foods. A variety of foods are needed by toddlers to meet quality nutritional intake. Objective: To determine the relationship between the level of household food expenditure with food diversity and nutritional status of children under five. Methods: This research is an observational study with a cross-sectional research design using secondary data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) wave 5 2014-2015. Results: The results of the analysis showed that there were 35.46% stunting toddlers, 9.52% wasting toddlers, and 20.50% underweight toddlers. Household food expenditure has a significant relationship with both food diversity and the incidence of undernutrition (p<0.05). In addition, food diversity also has a significant relationship to the incidence of undernutrition (p<0.05). Conclusion: The incidence of stunting and wasting in Indonesia is included in the high and medium prevalence of public health problems, respectively. Low household food expenditure will limit families from providing quality and varied food to toddlers, thus affecting the nutritional status of toddlers.
Kata Kunci : undernutrition, status gizi, pengeluaran makan rumah tangga, keragaman pangan