Indonesia - European Union's Trade After Renewable Energy Directive II Implementation: Global Trade Analysis Project Model
SIGIT WASKITHO, Tri Widodo, Prof., M.Ec.Dev., Ph.D.,
2021 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIStudi ini memprediksi dampak perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa pasca kebijakan RED II. Metodologi pengujian menggunakan pendekatan CGE melalui model GTAP. Skenario simulasi menerapkan 3 kasus dalam bentuk perlindungan tarif untuk sektor potensial, liberalisasi tarif dan fasilitasi perdagangan untuk sektor potensial maupun secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebijakan RED II lebih sensitif terhadap perubahan kesejahteraan nasional dan perdagangan Indonesia dibandingkan Uni Eropa. Manfaat kesejahteraan terbesar diterima oleh UE melalui skenario 2 meskipun Indonesia tetap menerima manfaat yang lebih tinggi. Di sisi lain, perlindungan tarif secara umum memiliki dampak yang lebih positif pada neraca perdagangan UE. Berdasarkan analisis sektoral, skenario proteksi yang melibatkan tarif untuk sektor potensial Indonesia (Produk Biodiesel, Pertambangan dan Ekstraksi, dan Makanan Olahan) dan UE (semua industri manufaktur) akan lebih menguntungkan bagi Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia positif ($ 202,5 Juta), sedangkan neraca perdagangan UE mengalami penurunan ($ -870 Juta). Selain itu, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang merupakan negara yang paling diuntungkan dari kebijakan proteksi RED II di luar perjanjian perdagangan I-EU CEPA.
This study predicts the impact of trade between Indonesia and the European Union after the RED II policy. The testing methodology uses the CGE approach through the GTAP model. The simulation scenario applies 3 cases in tariff protection for potential sectors, tariff liberalization and trade facilitation for potential sectors and all sectors as well. The results showed that the impact of RED II policy is more sensitive to changes in national welfare and Indonesian trade than the EU. The greatest welfare benefits received by the EU through scenario 2 even though Indonesia received higher benefits. on the other hand, tariff protection has a more positive impact on the EU trade balance. Based on sectoral analysis, protection scenario involving tariffs for Indonesia's (Biodiesel Product, Mining and Extraction, and Processed Food) and EU (all the manufacturing industries) potential sectors will be more profitable for Indonesia. Indonesia's trade balance is positive ($202.5 million), whereas there is a decline in the EU's trade balance ($- 870 million). Besides that, Singapore, Thailand, Malaysia, and Japan are the countries that most benefited from protection policies RED II outside the I-EU CEPA trade agreements.
Kata Kunci : RED II, Indonesia EU CEPA, GTAP model