Laporkan Masalah

Partai Keadilan di Kecamatan Bantul :: Pergeseran komunitas keagamaan menjadi komunitas politik

FAHMI, Nurkholis, Drs. Rahardjo, MSc

2002 | Tesis | S2 Sosiologi

Peristiwa jatuhnya rezim Orde Baru merupakan peristiwa yang sangat penting karena diikuti dengan perubahan sosial politik, terutama di kalangan umat Islam. Setelah rezim ini berganti maka tuntutan umat Islam untuk mengekspresikan aspirasi politik yang sesuai dengan aspirasi mereka, dapat terlaksana. Munculnya partai-partai yang berasaskan Islam seperti Partai Keadilan (PK), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah bukti yang nyata dari tuntutan aspirasi politik umat Islam. Tulisan ini menguraikan tentang dinamika dan pergeseran komunitas keagamaan yang menjadi komunitas politik di lingkup kecamatan. Bermula darigerakan halaqoh, komunitas keagamaan yang secara intensif mengadakan kajian-kajian keagamaan dengan menggunakan metode dakwah Ikhwanul Muslimin, namun setelah terjadi peristiwa jatuhnya rezim orde baru mereka menggeser perannya menjadi komunitas politik Partai Keadilan. Pergeseran itu memiliki banyak makna, seperti terjadinya integrasi, konflik, dan politisasi agama. Integrasi terjadi karena komunitas PK memiliki ciri khusus sebagai identitas yang mengikat. Konflik-konflik yang terjadi merupakan perlawanan komunitas tersebut terhadap dominasi negara maupun nilai-nilai yang dianggap sekular. Sedangkan politisasi agama terjadi antara lain karena menggunakan simbol-simbol agama untuk kepentingan politik. Pergeseran peran komunitas keagamaan menjadi komunitas politik Partai Keadilan adalah bentuk baru dalam perspektif politik aliran, di luar Partai Amanat Nasional (PAN) yang menjadi muara politik bagi mayoritas warga Muhammadiyah, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai wadah politik mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU). Di samping itu, pergeseran peran tersebut juga menandakan adanya penguatan gerakan nasionalisme religius. Berbeda dengan gerakan fundamentalisme yang cenderung eksklusif, gerakan nasionalisme religius cenderung terbuka dan kompromis dalam hal-hal politik, menghargai pluralisme, anggotanya memiliki tingkat pendidikan tinggi dan tidak mengandalkan pemimpin yang kharismatik.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Masyarakat, Komunitas Keagamaan dan Politik, Partai Keadilan, Pergeseran dan Komunitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.