Orientalizing Refugees: Muslim Ban Policy as Threat Narrative
ALIFA SALSABILA, Achmad Munjid, MA., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKAPenelitian ini mengkaji Perintah Eksekutif 13780 berjudul Melindungi Bangsa dari Masuknya Teroris Asing ke Amerika Serikat atau kebijakan Larangan Muslim, yang diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump sebagai alat untuk memproyeksikan Orientalisme Amerika terhadap warga negara dari beberapa negara mayoritas Muslim Arab. Dengan menggunakan Orientalisme Edward Said, penelitian kualitatif ini menggunakan pengetahuan politik dan sikap tekstual yang dimiliki orang Amerika tentang Timur yang secara signifikan telah membatasi kemungkinan masuknya warga negara dari Suriah, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman serta mendiskriminasikan pengungsi internasionalnya dengan mengobarkan narasi ancaman yang diasosiasikan dengan terorisme yang juga merupakan isu keamanan dalam negeri serta ketertiban internasional. Terlepas dari aktivisme kemanusiaan terkait universalitas objektif dalam rezim hukum internasional, Amerika Serikat menggambarkan para pengungsi internasional Timur ini sebagai teroris asing yang harus diantisipasi. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan tersebut hanya berfungsi untuk meng-Orientalisasi kembali pengungsi Muslim Arab sebagai Orang Timur yang telah lama digambarkan ekstremis, penuh konflik, dan merupakan teroris, terutama pasca tragedi 9/11. Lebih jauh lagi, diketahui juga bahwa Orientalisasi pengungsi Muslim Arab hanyalah sebagian dari praktik liyan yang dilakukan oleh kaum nativis kulit putih Anglo-Saxon Protestan Amerika terhadap orang-orang dari ras dan agama tertentu sepanjang peradaban Amerika Serikat. Pada dasarnya, semua praktik liyan ini memproyeksikan bentuk superioritas posisional yang didasarkan erat dan diikuti oleh ketakutan yang orang Amerika dan orang Barat miliki terhadap Liyan.
This research investigates the Executive Order 13780 titled Protecting the Nation from Foreign Terrorist Entry into the United States or the Muslim Ban policy enforced by Donald Trump administration as a tool for American Orientalism to be projected against nationals from the Arab world select Muslim-majority countries. By using Edward Said Orientalism, this qualitative research employs political knowledge and textual attitude Americans have of the Orient which had significantly limited the entry possibility for nationals from Syria, Iran, Libya, Somalia, Sudan, and Yemen and discriminated against its international refugees by waging threat narrative that is associated with terrorism, which happens to be a homeland security issue that is integral to the effort of attaining international order. Despite the country humanitarian activism on objective universality in the international law regime, the United States portrayed these Oriental international refugees as foreign terrorists that must be anticipated. The findings show that the policy only served to re-Orientalize Arab Muslim refugees who have long been depicted as extremist, conflictive, and terroristic, particularly in the aftermath of the 9/11 tragedy. Furthermore, it is also learned that Orientalizing Arab Muslim refugees is only a piece of othering practices that White Anglo Saxon Protestant American nativists do toward people from particular races and religions throughout the entire American civilization. Essentially, all of these othering practices only project a form of positional superiority that is closely grounded and followed by a sense of fear which Americans in particular and the Westerners in general have of the Others.
Kata Kunci : Orientalism, Muslim Ban Policy, International Refugees, Threat, American Civilization