PENANGGULANGAN PENYELUNDUPAN NARKOTIKA MELALUI PENUMPANG OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI YOGYAKARTA DI BANDARA ADISUCIPTO
ALWINDA HUSNA ALIYA, Niken Subekti Budi Utami, S.H., M.Si
2021 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian dalam Penulisan Hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan penindakan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mengatasi tindak pidana penyelundupan Narkotika, serta hambatan-hambatan serta upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yogyakarta untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian dalam Penulisan Hukum ini merupakan penelitian hukum normative empiris dengan menggunakan data primer dari hasil wawancara dengan responden dan narasumber, data sekunder dari hasil penelitian Pustaka. Kemudian data dianalisis menggunakan metode kualitatif yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk uraian untuk menarik kesimpulan yang dilakukan secara objektif dan sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Bea Cukai Yogyakarta dalam rangka penanganan terhadap tindak pidana penyelundupan narkotika di Bandara Adisucipto dilakukan dengan sarana penal (penal policy) atau represif. Tidak ada upaya non-penal (preventif) yang dilakukan oleh Bea Cukai dalam rangka menanggulangi tindak pidana penyelundupan narkotika. Hambatan yang dihadapi dalam rangka penanganan tindak pidana penyelundupan narkotika oleh Bea Cukai Yogyakarta adalah kekurangan SDM yang mempunyai keahlian Profiling Analisys dengan baik, sarana dan prasarana yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya informasi, kondisi dari Bandara Adisucipto sendiri yang ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½tidak steril���¢�¯�¿�½�¯�¿�½, serta modus penyelundupan yang selalu berubah-ubah. Solusi dari hambatan tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan terhadap petugas Bea Cukai Yogyakarta, dibuatnya kesepakatan bersama antara Bea Cukai Yogyakarta, BNNP DIY, dan Polda DIY, serta diterapkannya aturan mengenai pembatasan bagi orang yang tidak berkepentingan di Bandara. Kata Kunci: penyelundupan, narkotika, bea dan cukai, penal policy
The purpose of this paper is to perceive and analyze the Directorate General of Customs and Excise���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s enforcement in handling acts of drug trafficking, as well asresistance and efforts done by the Directorate General of Customs and Excise of Yogyakarta to resolve the issues mentioned. This research paper is a normative and empirical legal research, using primary data by conducting interviews to respondents and informants, with also using secondary data as reference. The data that has been obtained are qualitatively analyzed and are concluded objectively and systematically. Based on the outcome of this legal research it will be concluded that the Customs and Excise Department of Yogyakarta���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s efforts in preventing and handling the acts of drug trafficking in Adisucipto International Airport which was done with penal policy and repressive actions. There is no non-penal (preventive) effort made by Customs in order to tackle the crime of narcotics smuggling. The obstacles that are then faced in the context of preventing and handling the crime of narcotics smuggling by the Yogyakarta Customs and Excise are the lack of human resources who have good Profiling Analysis expertise, outdated facilities and infrastructure, lack of information, the condition of Adisucipto Airport itself which " not sterile���¢�¯�¿�½�¯�¿�½, and the mode of smuggling is always changing. The solution to these obstacles is by holding training for Yogyakarta Customs and Excise officers, making a joint agreement between Yogyakarta Customs, the Provincial-level National Anti-Narcotics Agency of DIY, and the Provincial-level Police of DIY and implementing regulations regarding restrictions for unauthorized people at the airport. Keywords: trafficking, narcotics, customs and excise, penal policy
Kata Kunci : penyelundupan, narkotika, bea dan cukai, penal policy, trafficking, narcotics, customs and excise, penal policy