Hubungan Faktor Karakteristik Ibu dan Akses Pangan dengan Asupan Makan Balita di Wilayah Sleman Selama Masa Pandemi COVID-19
AURELLIA RYVEKA, Yayuk Hartriyanti, SKM., M.Kes ; Dr. Mirza HST Penggalih, S.Gz, RD, M.PH
2021 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang : Karakteristik ibu merupakan faktor yang dapat mempengaruhi ibu dalam memberikan asupan makan kepada balita. Selain itu, adanya pandemi COVID-19 menjadikan rendahnya akses dalam mendapatkan makanan yang selanjutnya dapat mempengaruhi buruknya asupan makan sehingga terjadinya masalah kesehatan. Tujuan : Mengetahui hubungan faktor karakteristik ibu dan akses pangan dengan asupan makan balita di Kabupaten Sleman. Metode : Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan purposive sampling pada 45 pasang ibu dan anak di 4 posyandu yang termasuk kedalam wilayah kerja Puskesmas Depok 3 yaitu Nologaten, Kledokan, Janti Barat, dan Karangmalang. Karakteristik ibu dan akses pangan diukur menggunakan kuesioner dan asupan makan diukur menggunakan SQ-FFQ. Uji statistik yang digunakan adalah uji Fisher exact. Hasil : Dari hasil analisis deskriptif diperoleh 75,6% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 71,1% responden tidak bekerja, 51,1% responden memiliki tingkat pendidikan menengah, 55,6% responden memiliki akses pangan sulit, 80% balita memiliki asupan energi berlebih, 100% balita memiliki asupan protein berlebih, 86,7% balita memiliki asupan lemak berlebih, dan 71,1% balita memiliki asupan karbohidrat berlebih. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p lebih dari 0,05 sehingga dapat diketahui bahwa faktor pengetahuan ibu, status pekerjaan ibu, tingkat pendidikan ibu, dan akses pangan tidak berhubungan dengan asupan makan balita. Kesimpulan : Tidak terhadapat hubungan yang bermakna antara karakteristik ibu dan akses pangan dengan asupan makan balita.
Background : Mother characteristic is factors which can influence mothers in providing food intake to toddlers. In addition, the COVID-19 pandemic has reduced access to food, which in turn can affect poor food intake, leading to health problem. Purpose : Knowing about the relationship of mother characteristic factor and food access with food avability for toddler in the sleman region. Methods : The method being used is cross-sectional with purposive sampling for 45 couples of mothers and children at 4 Integrated Healthcare Center which is included in the working area of puskemas Depok 3 namely Nologaten, Kledokan, Janti Barat, dan Karangmalang. Mother characteristic and food accses were measurement using questionnaire and food intake was measurement using SQ-FFQ. The statistic test was used Fisher exact test. Results : From the description analysis we obtained 75,6% respondens which have a good level of knowledge, 71,1% unworker respondens, 51,1% respondens which have a middle level of education, 55,6% respondens which have difficult food access, 80% toodlers have over energy intake, 100% toodlers have over protein intake, 86,7% toddlers have over fat intake, and 71,1 % toddlers have over carbohydrate intake. From bivariat analysis we obtained a p value more than 0,05 so it can be seen that mother's knowledge, mother's occupation, mother's education, and access to food are not related with toddlers' intake. Conclusion : There is no significant correlation between mother characteristic and food access with toddlers' intake.
Kata Kunci : karakteristik ibu, akses pangan, asupan makan, balita, COVID-19 / Mother characteristic, food access, food intake, toodler, COVID-19