Agroforestri Kopi Di Hutan Tropis Dataran Rendah Kemuning KPH Kedu Utara Jawa Tengah
RINI LARASATI, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si
2021 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANKopi merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat desa hutan. Salah satu desa yang menerapkan agroforestri berbasis kopi adalah Desa Kemuning. Pemanfaatan pohon penaung di lokasi penelitian dalam kegiatan agroforestri berbasis kopi dilakukan sebagai pelindung tanaman kopi di bawah tegakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pengelolaan agroforestri kopi dan kontribusinya terhadap total pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode survey terhadap responden sebanyak 35 petani yang dipilih secara random. Penelitian ini dilakukan di Desa Kemuning, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung yang merupakan areal kerja Perum Perhutani, RPH Candiroto dan RPH Petung, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Hutan Kemuning berada pada ketinggian 700 m dari permukaan laut. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan pembuatan grafik dan tabel terhadap data hasil pengumpulan di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan pengelolaan kopi di bawah tegakan di Desa Kemuning meliputi persiapan lahan dan pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan, serta pemasaran kopi. Masyarakat di Desa Kemuning mengelola kopi dengan teknik agroforestri. Lahan yang digunakan untuk mengelola kopi di Kemuning merupakan lahan dari Perum Perhutani. Kontribusi agroforstri kopi terhadap total pendapatan petani pada kategori 1 sebesar Rp 3.875.000/KK/Th, kategori II sebesar Rp 7.304.348/KK/Th, kategori III sebesar Rp 13.166.667/KK/Th, kategori IV sebesar Rp 19.750.000/KK/Th dan kategori V sebesar Rp 72.000.000/KK/Th. Kontribusi agroforestri kopi terhadap total pendapatan petani dari seluruh kategori luas lahan sebesar 51% atau Rp 23.219.203/KK/Th yang berarti bahwa kontribusi agroforestri di Desa Kemuning termasuk dalam kategori sedang.
Coffee is one of the commodities cultivated by forest village communities. One of the villages that implements coffee-based agroforestry is Kemuning Village. The use of shade trees at the research site in coffee-based agroforestry activities is considered a protection for coffee plants. This study aims to determine the activities of coffee agroforestry management and its contribution to farmers' total income. This study uses a survey method to respondents as many as 35 farmers selected randomly. This research was conducted in Kemuning Village, Bejen District, Temanggung Regency, which is the work area of Perum Perhutani, RPH Candiroto and RPH Petung, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara, Perum Perhutani Unit I Central Java. Kemuning Forest at an altitude of 700 m above sea level. Data collection techniques in this study used a questionnaire. Data analysis was using graphs and tables of the data collected in the field. Based on the research results. The coffee management activities in Kemuning Village include land preparation and soil processing, planting, maintenance, fertilization, pest and disease control, harvesting, and coffee marketing. The community in Kemuning Village manages coffee using agroforestry techniques. The land used to manage coffee in Kemuning is owned by Perum Perhutani. The contribution of coffee agroforestry to the total income of farmers in category I is Rp.3.875.000/KK/Th, and category II is Rp.7.304.348/KK/Th, category III is Rp.13.166.667/KK/Th, category IV is Rp.19.750.000/KK/Th and category V Rp.72.000.000/KK/Th. The contribution of coffee agroforestry to farmers' total income from all categories of the land area is 51% or Rp. 23.219.203/KK/Th, which means that the contribution of agroforestry in Kemuning Village is in the medium category.
Kata Kunci : Agroforestri, Kontribusi Pendapatan, Kopi, Perhutani