PEMAKNAAN EKARISTI DARING BERDASARKAN PENGALAMAN ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI BANYUMANIK
YULIUS BRAHMANTYA PRIAMBADA, Dr. Gabriel Roosmargo Lono Lastoro, M.A.
2021 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAPandemi Covid-19, salah satu pandemi paling buruk dalam sejarah dunia modern, memberikan begitu banyak dampak yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Salah satu yang paling menarik dan belum mendapat banyak perhatian adalah perubahan cara manusia dalam melakukan ritual. Tulisan ini berusaha untuk mendalami bagaimana para orang muda Katolik (OMK) memaknai ritual yang paling penting dan rutin dalam kehidupan iman Katolik, yaitu Ekaristi, yang kini diselenggarakan secara daring. Penelusuran makna dilakukan dengan menggunakan metode analisis fenomenologi berdasarkan pengalaman para informan dan sekumpulan data lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan para OMK terhadap Ekaristi daring memiliki ambivalensi dan keberagaman yang dipengaruhi oleh berbagai faktor dan terutama tingkat partisipasi.
The Covid-19 pandemic, one of the worst pandemics in the history of the modern world, has had so many impacts that one could never have imagined. One of the most interesting and has not received much attention is the change in the way humans perform rituals. This undergraduate thesis seeks to explore how Catholic youth (OMK) having meaning on the most important and routine ritual in the life of the Catholic faith, namely the Eucharist, which is now being held online. The search for meaning is carried out using a phenomenological analysis method based on the experience of the informants and other data sets. The results showed that the meaning of the OMK towards the online Eucharist has ambivalence and vary which is influenced by various factors and especially their level of participation.
Kata Kunci : pandemi, OMK, Ekaristi, ritual daring, pengalaman, pemaknaan, fenomenologi, partisipasi.