POLA SEBARAN LAYANAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA TANGERANG
INDRIA DWI IRAWAN, Imam Muthohar, S.T., M.T., D.Eng.; Dr.Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S.T.,M.T.
2021 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiPermasalahan pengelolaan sampah menjadi permasalahan dari setiap kota di Indonesia, termasuk Kota Tangerang yang merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia. Pada tahun 2019, tercatat volume sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing mencapai lebih dari 1.000 ton per harinya. Hal ini perlu diimbangi dengan sarana, prasarana, dan manajemen pengelolaan sampah untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kota Tangerang. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang masih menggunakan metode lumpsum dalam pembagian BBM untuk setiap armada, yang dapat menyebabkan biaya operasional pengangkutan sampah menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi pola sebaran layanan pengangkutan sampah di Kota Tangerang menggunakan pendekatan pola sebaran pada rantai perjalanan beserta besaran volume angkutan sampahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan perencanaan transportasi barang multi langkah berbasis perjalanan dengan analisis perhitungan biaya perjalanan kendaraan pada pola sebaran layanan pengangkutan sampah di Kota Tangerang. Dari hasil tersebut dapat digunakan untuk evaluasi dan optimasi terhadap kinerja pelayanan pengangkutan sampah di Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan pola sebaran layanan pengangkutan sampah didominasi oleh perjalanan tunggal (single-trip) dengan total timbulan sampah per hari (demand) adalah sebesar 5.373,054 m3, sedangkan kapasitas angkut dump truck yang ada hanya mampu melayani sebesar 1.497,6 m3. Dimana dengan kondisi tersebut rata-rata cakupan layanannya hanya sekitar 27,87%. Pada pengangkutan sampah di Kota Tangerang didapatkan nilai rata-rata biaya perjalanan tiap armada sebesar Rp 130.988,00/hari dengan konsumsi bahan bakar minyak sebesar 14,03 liter/hari, konsumsi oli sebesar 0,084 liter/hari, nilai relatif biaya suku cadang terhadap harga kendaraan baru sebesar 84,074/hari, dan konsumsi ban sebesar 6,190 EBB/1.000km/hari. Untuk mendapatkan pola sebaran layanan pengangkutan sampah yang optimum, maka upaya optimasi yang dapat dilakukan dalam jangka waktu dekat yaitu optimasi penambahan jumlah ritasi, optimasi jarak dan waktu tempuh, dan optimasi jumlah infrastruktur TPS. Sedangkan untuk optimasi penggantian tipe armada dump truck dan penambahan jumlah armada dump truck dapat dilakukan dalam jangka waktu menengah.
The problem of waste management is a problem for every city in Indonesia, including Tangerang Municipality, which is one of the metropolitan cities in Indonesia. In 2019, it was recorded that the volume of waste entering the Rawa Kucing landfill reached more than 1,000 tons per day. This needs to be balanced with facilities, infrastructure, and waste management in order to provide excellent service to the people of Tangerang Municipality. Currently, the Environmental Agency of Tangerang Municipality is still using the lump sum method in distributing fuel for each fleet, which can lead to high operational costs of transporting waste. This study aims to identify the distribution pattern of waste transportation services in Tangerang Municipality using a distribution pattern approach in the travel chain along with the volume of waste transportation. The method used in this research is to use a trip-based multi-step freight transportation planning approach with the analysis of vehicle travel cost calculations on the distribution pattern of waste transportation services in Tangerang Municipality. From these results, it can be used for evaluation and optimization of the performance of waste transportation services in Tangerang Municipality. The results showed that the distribution pattern of waste transportation services was dominated by a single trip with a total waste generation per day of 5,373.054 m3, while the existing fleets carrying capacity was only able to serve 1,497.6 m3. Where with these conditions the average service coverage is only around 27.87%. In the transportation of waste in Tangerang Municipality, the average value of travel costs for each fleet is IDR 130,988.00 / day with fuel consumption of 14.03 liters / day, oil consumption of 0.084 liters / day, the relative value of the cost of the spare part to the price of a new vehicle is 84.074 / day, and tire consumption of 6.190 EBB / 1,000km / day. In order to obtain an optimum distribution pattern of waste transportation services, optimization efforts that can be realized in the short term are optimizing the addition of the number of ritase, optimizing of distance and travel time, and optimizing of TPS infrastructure. Meanwhile, to optimize the replacement of fleet types and increase the number of fleets can be realized in the medium term.
Kata Kunci : pola sebaran, pengangkutan sampah, rantai perjalanan