Hubungan Antara Kesempatan Pembelajaran dan Pengembangan dengan Keterikatan Karyawan pada Karyawan Front Office Millennials di Industri Perbankan
YASINTA DYAH PUSPANINGTYAS, Sumaryono, Dr., M.Si., Psikolog
2021 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIUrgensi untuk meningkatkan employee engagement (keterikatan karyawan) di konteks organisasi belakangan ini meningkat. Organisasi melihat bahwa ketidakterikatan adalah sebuah kondisi yang tidak menguntungkan. Riset menemukan, terdapat berbagai aspek yang meningkatkan keterikatan karyawan, salah satunya adalah kesempatan pembelajaran dan pengembangan, yang dianggap dapat berguna sebagai sumberdaya dan aspek motivasional untuk membantu karyawan frontliners mengatasi job demands tinggi yang muncul dalam pekerjaan mereka. Riset ini melibatkan 63 orang frontliners bank di Jakarta, Indonesia yang berasal dari generasi milenial. Partisipan mengisi sebuah kuesioner berisi 2 skala (UWES-9 dan Learning Potential of Workplace). Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi yang positif dan signifikan antara keterikatan karyawan dan kesempatan pembelajaran dan pengembangan.
The urgency to escalate employee engagement in an organizational context is increasing lately. Organizations see disengagement as a detrimental condition. Research has found several aspects that may contribute to employee engagement, one of which is opportunity for learning and development, that is seen as resources and a motivational aspect that help front-line employees deal with high demands that occur in their jobs. This research involves 63 bank front officers in Jakarta, Indonesia, coming from the millennial generation. Participants filled in a questionnaire consisting of two scales (UWES-9 and Learning Potential of Workplace). The result shows a positive and significant correlation between employee engagement and opportunity for learning and development.
Kata Kunci : frontliner bank, generasi milenial, kesempatan pembelajaran dan pengembangan, keterikatan karyawan.