PERANCANGAN TAMPILAN ANTARMUKA APLIKASI SELF-MONITORING DAN KONSULTASI KESEHATAN MENTAL
ELLIZA WINNER RAY, Angga Eko Pramono, S.K.M., M.P.H.
2021 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATANLatar belakang: Kondisi mental seseorang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan sehingga kesehatan mental penting untuk dijaga. Data dari Riset Kesehatan Dasar menunjukkan adanya peningkatan gangguan mental emosional ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 dapat memengaruhi atau bahkan memperparah kondisi mental seseorang. Dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi kesehatan, Personal Health Record (PHR) dapat digunakan untuk mencatat secara real-time terkait gejala yang muncul pada seseorang sebagai bentuk monitoring terhadap diri sendiri. Dari hasil eksplorasi aplikasi, saat ini sudah terdapat aplikasi self-monitoring kesehatan mental, akan tetapi aplikasi tersebut tidak menyediakan fitur konsultasi. Sebaliknya, terdapat aplikasi konsultasi yang tidak menyediakan fitur self-monitoring. Dari hasil wawancara, responden memaparkan membutuhkan kedua fitur tersebut. Tujuan: Menghasilkan rancangan tampilan antarmuka aplikasi self-monitoring dan konsultasi kesehatan mental. Metode: Metode yang digunakan adalah System Developmnet Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall. Tahapan yang digunakan adalah analisis kebutuhan, perancangan proses, perancangan antarmuka dan validasi rancangan antarmuka. Pengumpulan data melalui eskplorasi aplikasi dan wawancara kepada seorang mahasiswa, pasien gangguan jiwa, dan dokter. Hasil: Didapatkan hasil analisis kebutuhan pengguna, rancangan Unified Modelling Language (UML) berupa diagram use case dan diagram aktivitas, serta rancangan tampilan antarmuka yang memiliki empat menu utama, yaitu mood, screening, konsultasi, dan akun. Kesimpulan: Hasil rancangan tampilan antarmuka aplikasi self-monitoring dan konsultasi kesehatan mental telah divalidasi pengguna dan perancangan selanjutnya dapat meneruskan dan melengkapi tahapan perancangan sehingga rancangan ini dapat diimplementasikan sebagai aplikasi mobile.
Background: People's mental state can affect to overall health, so maintaning mental health is important to do. Data from Basic Health Research shows an increase in emotional mental disorders even more pandemic Covid-19 is triggering mental health conditions or exacerbating existing ones. With the advancement of technology and health information, Personal Health Record (PHR) records can be used to record in real-time related people's symptoms as monitoring of themself. From the results of exploring application, there is currently a mental health self-monitoring application, but the applications do not provide consulting features. Instead, there are consulting applications that do not provide self-monitoring features. From the interview results, respondents explained that they need both features. Objective: To develop user interface design of self-monitoring and consulting application for mental health. Methods: The methods used is waterfall model in the System Development Life Cycle (SDLC). The stages used are user needs analysis, process design, interface design and interface design validation. The data collection based on exploration of application and interview with a student, a patient with mental disorder and a doctor. Results: User needs analysis results, Unified Modelling Language (UML) designs in the form of use case diagrams and activity diagrams, and the design of user interfaces that has four main menus, namely mood, screening, consultation, and account. Conclusion: The results of the user interface design of self-monitoring and consulting for mental health have been user-validated and the next design can continue and complete the design stages thus, this design can be implemented as a mobile application.
Kata Kunci : Perancangan antarmuka, konsultasi, self-monitoring, kesehatan mental.