Laporkan Masalah

PENGARUH EKSTRAK BIJI CHIA (Salvia hispanica L.) TERHADAP PEMBENTUKAN BIOFILM Streptococcus mutans ATCC 25175 IN VITRO

ALFIN LANAGUSTI, drg. Tetiana Haniastuti, M. Kes., Ph. D; drg. Juni Handajani, M. Kes., Ph. D

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGI

Streptococcus mutans merupakan bakteri Gram positif yang berperan sebagai faktor etiologi utama karies dan pembentuk koloni primer dalam biofilm rongga mulut. Biji chia adalah tanaman yang memiliki kandungan flavonoid dan asam fenolik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol biji chia terhadap pembentukan biofilm S. mutans. Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan metode microtiter plate secara kuantitatif dalam bentuk persentase daya hambat biji chia terhadap pembentukan biofilm S. mutans ATCC 25175 (%). Streptococcus mutans ATCC 25175 dalam BHI yang menggunakan 1% sukrosa diberi perlakuan dengan ekstrak 1,3%, 2,6%, 5,2%, klorheksidin glukonat (CHX) 0,2% sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Biakan bakteri diinkubasi selama 24 jam dalam 96-well microplate kemudian diberi pewarnaan menggunakan kristal violet 0,1% selama 15 menit. Densitas optik dibaca dengan microplate reader (540 nm). Data kemudian dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dengan uji U-Mann Whitney sebagai post-hoc. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) rerata persentase daya hambat pembentukan biofilm S. mutans pada setiap kelompok perlakuan. Uji U-Mann Whitney menunjukan ekstrak etanol biji chia konsentrasi 1,3%, 2,6% dan 5,2% memiliki kemampuan setara dalam pembentukan biofilm S. mutans meskipun masih lebih rendah dibandingkan klorheksidin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol biji chia mampu menghambat pembentukan biofilm S. mutans.

Streptococcus mutans merupakan bakteri Gram positif yang berperan sebagai faktor etiologi utama karies dan pembentuk koloni primer dalam biofilm rongga mulut. Biji chia adalah tanaman yang memiliki kandungan flavonoid dan asam fenolik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol biji chia terhadap pembentukan biofilm S. mutans. Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan metode microtiter plate secara kuantitatif dalam bentuk persentase daya hambat biji chia terhadap pembentukan biofilm S. mutans ATCC 25175 (%). Streptococcus mutans ATCC 25175 dalam BHI yang menggunakan 1% sukrosa diberi perlakuan dengan ekstrak 1,3%, 2,6%, 5,2%, klorheksidin glukonat (CHX) 0,2% sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Biakan bakteri diinkubasi selama 24 jam dalam 96-well microplate kemudian diberi pewarnaan menggunakan kristal violet 0,1% selama 15 menit. Densitas optik dibaca dengan microplate reader (540 nm). Data kemudian dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dengan uji U-Mann Whitney sebagai post-hoc. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) rerata persentase daya hambat pembentukan biofilm S. mutans pada setiap kelompok perlakuan. Uji U-Mann Whitney menunjukan ekstrak etanol biji chia konsentrasi 1,3%, 2,6% dan 5,2% memiliki kemampuan setara dalam pembentukan biofilm S. mutans meskipun masih lebih rendah dibandingkan klorheksidin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol biji chia mampu menghambat pembentukan biofilm S. mutans.

Kata Kunci : ekstrak etanol biji chia, pembentukan biofilm, Streptococcus mutans

  1. S1-2021-412348-abstract.pdf  
  2. S1-2021-412348-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-412348-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-412348-title.pdf