Laporkan Masalah

PERENCANAAN KAWASAN TAMAN LAUT DI DESA BONTO BORUSU, KEPULAUAN SELAYAR, SULAWESI SELATAN, INDONESIA

YUSUF HERMAWAN, Eska Nia Sarinastiti, S.I.Kom., M.A., C.PR., C.H.E.

2021 | Tugas Akhir | D4 Bisnis Perjalanan Wisata

Pulau Selayar, Sulawesi Selatan memiliki berbagai potensi dan daya tarik serta aktivitas yang berkaitan dengan pariwisata bahari. Salah satu desa yang memiliki potensi dan daya tarik pariwisata bahari adalah Desa Bonto Borusu. Desa Bonto Borusu memiliki keunggulan antara lain keindahan alam, diapit oleh dua pulau sehingga tidak terganggu angin barat dan angin timur, serta bukan lokasi mencari ikan sehingga aman untuk dilakukan kegiatan wisata bahari. Peneliti membuat analisis kawasan taman laut dan pedoman pengelolaan berdasarkan pada konsep pariwisata bahari yang berkelanjutan. Tujuan penelitian Proyek Akhir ini adalah untuk memetakan destinasi wisata bahari di Pulau Selayar, mengevaluasi pengelolaan pariwisata oleh Selayar Dive Adventure, dan merancang kawasan taman laut serta pedoman pengelolaan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data antara lain observasi langsung, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Penelitian ini memiliki data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dari observasi langsung dan wawancara semi terstruktur sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa di Pulau Selayar terdapat 20 wisata pesisir dan 27 wisata laut (titik penyelaman). Selayar Dive Adventure telah menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan antara lain menjaga lingkungan, melestarikan sosial budaya, dan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Analisis kawasan taman laut dan pedoman pengelolaan memiliki beberapa aspek yang harus dipenuhi antara lain aspek lingkungan, sosial budaya, peningkatan ekonomi, rekomendasi daya dukung, dan manajemen konflik.

Selayar Island, South Sulawesi has various potentials and attractions as well as activities related to marine tourism. One of the villages that has the potential and attractiveness of marine tourism is Bonto Borusu Village. Bonto Borusu village has advantages, including natural beauty, flanked by two islands so that it is not disturbed by west and east winds, and is not a location for fishing so it is safe for marine tourism activities.. Researchers make marine park area design and management guidelines based on the concept of sustainable marine tourism. The research objectives of this Final Project are to map marine tourism destinations on Selayar Island, evaluate tourism management by Selayar Dive Adventure, and design marine park areas and management guidelines. This study uses data collection techniques including direct observation, semi-structured interviews, and documentation. This research has primary and secondary data. Primary data were collected from direct observation and semi-structured interviews, while secondary data were collected from documentation. Based on the research results, it shows that in Selayar Island there are 20 coastal tourism and 27 marine tourism (dive spot). Selayar Dive Adventure has implemented the concept of sustainable tourism, including protecting the environment, preserving socio-culture, and improving the economy of local communities. Taman laut area design and management guidelines have several aspects that must be met, including environmental, socio-cultural, economic improvement, carrying capacity recomendation, and conflict management.

Kata Kunci : Analisis Kawasan, Analisis Pengelolaan, Analisis Kawasan, Pedoman Pengelolaan, Pariwisata Bahari, Taman laut, Kepulauan Selayar

  1. D4-2021-450951-abstract.pdf  
  2. D4-2021-450951-bibliography.pdf  
  3. D4-2021-450951-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2021-450951-title.pdf