Laporkan Masalah

Analisa Biaya dan Pendapatan Kemitraan Pengusahaan Minyak Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) di Perum Perhutani KPH Nganjuk

EVA KARTIKA SARI, Dr. Silvi Nur Oktalina S.Hut., M.Si.

2021 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Salah satu minyak atsiri yang termasuk hasil hutan non-kayu yang good product (produk rill berupa barang) adalah minyak kayu putih. Tegakan kayu putih saat ini banyak dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh Perum Perhutani untuk kegiatan rehabilitasi hutan di lahan marginal. Daun maupun ranting kayu putih dapat diolah menjadi produk minyak kayu putih. Perum Perhutani KPH Nganjuk bekerja sama dengan LMDH Sido Makmur di Desa Mancon Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk dalam pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerja sama, biaya serta pendapatan oleh KPH Nganjuk dan LMDH Sido Makmur. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan berupa analisis mekanisme kerja sama, proses penyulingan dan biaya produksi minyak kayu putih. Analisis biaya produksi ini mencangkup kegiatan penyediaan bahan baku hingga penyimpanan minyak kayu putih yang dibedakan menjadi beberapa komponen biaya yaitu biaya variabel, biaya tetap dan biaya operasional. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa kegiatan produksi minyak kayu putih di KPH Nganjuk pada tahun 2020 mencapai angka 11.217 kg minyak dari 1.538.995 kg daun kayu putih dengan rata-rata rendemen 0,74%. Biaya produksi yang dikeluarkan oleh KPH Nganjuk sebesar Rp 1.064.493.668 dan pendapatan yang diterima sebesar Rp 3.167.732.257 sehingga keuntungan yang diperoleh Rp 2.103.238.590. Disisi lain, LMDH Sido Makmur dalam kegiatan produksi terutama pengolahan minyak kayu putih juga mengeluarkan biaya sebesar Rp 404.949.774 dan pendapatan yang diterima sebesar Rp 463.849.212 sehingga keuntungan yang diperoleh Rp 58.899.438.

One of the essential oils, which is a non-timber forest, is a good product (genuine product in the form of goods) is cajuput oil. Cajuputi trees are currently widely cultivated and utilized by Perum Perhutani for forest rehabilitation activities on marginal lands. Cajuputi leaves and branches can be processed into cajuput oil products. Perum Perhutani KPH Nganjuk is working with LMDH Sido Makmur in Mancon Village, Wilangan District, Nganjuk Regency in the processing. This research was done to know the cooperation mechanism, calculating costs and income, which are the responsibility of KPH Nganjuk and LMDH Sido Makmur. The data analysis method used in this research is a descriptive analysis using primary data and secondary data. The study used is cooperation mechanism analysis, cajuput oil refining process, and production cost analysis. This production cost analysis starts from providing raw materials to storing cajuput oil, divided into several cost components, namely variable costs, fixed costs, and operational costs. Based on the research, the results show that cajuput oil production activities at KPH Nganjuk in 2020 reached 11,217 kg of oil from 1,538,995 kg of cajuput leaves with an average yield of 0,74%. The production costs incurred by KPH Nganjuk amounted to Rp. 1,064,493,668 and the income received was Rp. 3,167,732,257 so that the profit obtained was Rp. 2,103,238,590. On the other side, LMDH Sido Makmur, in production activities, especially cajuput oil processing, also spends Rp 404,949,774, and the income received is Rp. 463,849,212, so the profit earned is Rp 58,899,438.

Kata Kunci : rendemen, mekanisme kerja sama, keuntungan, biaya operasional, biaya tetap dan variabel.

  1. D3-2021-426068-abstract.pdf  
  2. D3-2021-426068-bibliography.pdf  
  3. D3-2021-426068-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2021-426068-title.pdf