Sistem Informasi Geografi Untuk Pemetaan Derajat Kesehatan di Kota Yogyakarta Menggunakan Health Determining Factor
REZKI AMELIA C, Dr. Prima Widayani, S.Si, M.Si.
2021 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHKesehatan berkaitan erat dengan derajat kesehatan yang merupakan tolok ukur dari pencapaian keberhasilan program kesehatan dalam rangka pelaksanaan kebijakan pembangunan dan penyelenggaraan pada bidang kesehatan di Indonesia. Derajat kesehatan berkaitan erat dengan faktor-faktor diantaranya lingkungan, perilaku, keturunan, serta pelayanan kesehatan dimana keempat faktor utama ini termasuk dalam faktor penentu kesehatan atau HDF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran tiap faktor penentu kesehatan (HDF) di Kota Yogyakarta berdasarkan sistem informasi geografis dan mengetahui derajat kesehatan di Kota Yogyakarta berdasarkan HDF. Penentuan wilayah sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, dimana wilayah sampel dipilih dalam skala kecamatan dengan unit analisis berupa kelurahan. HDF yang digunakan adalah natural environment, kedekatan fasilitas kesehatan, pengelolaan air limbah, pengelolaan drainase, pengelolaan sampah, pengelolaan sumber air, perilaku hidup bersih dan sehat, dan kepadatan penduduk. Dengan melakukan perhitungan skoring melalui perhitungan rerata skor tiap faktor serta overlay, ditemukan bahwa derajat kesehatan di Kota Yogyakarta pada tahun 2018 tergolong baik dilihat dari skor tiap faktor penentu kesehatan yang secara keseluruhan cukup tinggi.
Health is related to health indicators, which is a measure to the achievement of health programs in the context of implementing development policies and administering the health sector in Indonesia. Health indicators is closely related to environment, behavior, heredity, as well as health care services, where these four main factors are included in the health determining factors or HDF. This study aims to determine the distribution of each health determinant factor (HDF) in Yogyakarta based on geographic information systems, also to determine the health indicators in Yogyakarta based on HDF. The sample area was carried out by using purposive sampling technique, in which selected on a sub-district scale with the unit of analysis in the form of a village. The HDF used is the natural environment, the proximity of health facilities, waste water management, drainage management, waste management, water resources management, clean and healthy living habits, and population density. By calculating the scoring and overlay, it was found that the health status in Yogyakarta by the year of 2018 was classified as good.
Kata Kunci : sistem informasi geografi, health determining factor, derajat kesehatan