Laporkan Masalah

Analisis Kesenjangan Kemakmuran Antara Cita-Cita/ Tujuan Bernegara Dan Kondisi Terkini Pemerintah Daerah Di Indonesia

R ADIGUNA PRABOWO, Irwan Taufiq Ritonga, M.Bus., Ph.D., CA.

2021 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan kemakmuran antara cita-cita (tujuan bernegara) dan kondisi terkini pemda di Indonesia. Desain/Metodologi/Pendekatan: Penelitian ini menggunakan Teori Purchasing Power Parity (PPP) dan konsep solvabilitas layanan untuk menganalisis kesenjangan kemakmuran antara cita-cita dan kondisi realita pemda di Indonesia. Temuan: Penelitian ini menemukan bahwa (1) terdapat gap sebesar USD-PPP8,103 per kapita antara kemakmuran dan realita; dan (2) terjadi gap 17 tahun untuk mencapai kemakmuran sebagaimana tercantum dalam konstitusi. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan metoda baru untuk menganalisis kesenjangan kemakmuran antara yang tercantum dalam konstitusi dan kondisi realita, juga kesenjangan kemakmuran antar negara. Keterbatasan Penelitian: Penelitian ini masih menganalisis kemakmuran secara umum, belum menganalisis kemakmuran secara spesifik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun aspek lainnya. Kontribusi Akademik: Penelitian ini menawarkan metoda baru untuk mengukur kesenjangan antara cita-cita dan kondisi terkini. Selain itu, penelitian ini membuktikan bahwa kapasitas layanan per kapita berkorelasi dengan kemakmuran rakyat. Implikasi Praktis: Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kesadaran (awareness) kepada pemerintahan di Indonesia agar melakukan revolusi kebijakan pengelolaan keuangan negara sehingga mempercepat pencapaian cita-cita yang diamanahkan oleh konstitusi. Kata Kunci: Kesenjangan kemakmuran, sovabilitas layanan, kondisi keuangan, belanja modal, pengelolaan keuanga

Purpose: This study aims to analyze the prosperity gap between the ideal (state's goals) and the current condition of local governments in Indonesia.. Design/Methodology/Approach: This study uses the Purchasing Power Parity (PPP) Theory and the concept of service solvency to analyze the prosperity gap between the aspirations and reality of local governments in Indonesia. Findings: This study found that (1) there is a gap of USD-PPP 8,103 per capita between the aspired prosperity and reality; and (2) there is a 17 year-gap to achieve prosperity as stated in the constitution. Originality: This study offers a new method to analyze the wealth gap between what is stated in the constitution and the reality, as well as the wealth gap between countries. Research Limitations: This study still analyses prosperity in general, it has not analysed prosperity specifically from the aspects of education, health, or other features. Academic Contribution: This study offers a new method to measure the gap between ideals and current conditions. In addition, this study proves that per capita service capacity is correlated with people's prosperity. Practical Implications: The results of this study are expected to provide awareness to the government in Indonesia to revolutionize state financial management policies so as to accelerate the achievement of the ideals mandated by the constitution. Keywords: Prosperity gap, service solvency, financial condition, capital expenditure, financial management.

Kata Kunci : Kesenjangan kemakmuran, sovabilitas layanan, kondisi keuangan, belanja modal, pengelolaan keuanga

  1. S2-2021-447414-abstract.pdf  
  2. S2-2021-447414-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-447414-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-447414-title.pdf