Laporkan Masalah

EKSPRESI mRNA HER2 SERUM DAN JARINGAN PADA MENINGIOMA ORBITOKRANIAL DENGAN RIWAYAT PENGGUNAAN PROGESTERON JANGKA PANJANG

REMIA RIANA SUHAIRI, Prof. Dr. dr. Agus Supartoto, Sp.M (K).; dr. Angela Nurini Agni, M.Kes Sp.M (K).; dr. Didik Setyo Heriyanto Sp. PA (K), Ph. D

2021 | Tesis-Spesialis | ILMU KESEHATAN MATA

Pendahuluan Insiden meningioma dua kali lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria. Faktor hormonal diduga menjadi salah satu penyebabnya. Amplifikasi gen HER2 dan/atau ekspresinya yang berlebihan berperan pada tumorigenesis meningioma, namun prosesnya belum diketahui dengan pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekspresi HER2 serum tidak lebih rendah dari jaringan pada pasien meningioma orbitokranial dengan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang. Metode Rancangan penelitian ini adalah observasi analitik komparatif dengan desain potong lintang pada pasien wanita dengan tumor meningioma orbitokranial yang dilakukan operasi pengangkatan tumor di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta dengan hasil patologi anatomi menunjukkan meningioma sejumlah 25 orang. Data pasien diambil dari rekam medis tahun 2010-2016. Ekspresi HER2 pada jaringan dan serum diperiksa dengan metode RT-qPCR (Real Time quantitative Polimerase Chain Reaction). Hasil Pada penelitian ini Ekspresi mRNA HER2 serum secara statistik tidak lebih rendah dibandingkan ekspresi mRNA HER2 jaringan meningioma (<0.001), namun memiliki korelasi positif yang sangat lemah dan tidak bermakna secara statistik (r=0.024, p=0.756). Jaringan meningioma rata-rata mengekspresikan 34.6+-0.63 mRNA HER2, sementara pada serum rata-rata lebih sedikit, yaitu 23.39+-1.17. Peningkatan ekspresi mRNA HER2 serum terjadi pada kondisi progesteron serum yang tinggi dengan korelasi positif kuat dan signifikan secara statistik (r=0.715, p<0.001). Kesimpulan Ekspresi mRNA HER2 serum secara statistik tidak lebih rendah dibandingkan ekspresi mRNA HER2 jaringan meningioma.

Introduction and objective The incidence of meningiomas is twice as high in women as in men. Hormonal factors are thought to be one of the causes. The amplification of the HER2 gene and/or its overexpression plays a role in meningioma tumorigenesis, but the process is not well understood. This study was aimed to determine whether serum HER2 expression is not lower than tissue in orbitocranial meningioma patients with a history of long-term hormonal contraceptive use. Methods The design of this study was a comparative analytic observation with a cross- sectional design on 25 female patients with orbitocranial meningioma who underwent surgical removal of the tumor at dr. Sardjito Hospital Yogyakarta with anatomical pathology examination showed meningioma. Patient data was taken from medical records in 2010-2016. The expression of HER2 in tumor tissue and serum was examined by the RT-qPCR (Real Time quantitative Polymerase Chain Reaction) method. Results Serum HER2 mRNA expression was not lower than meningioma tissue HER2 mRNA expression and it was statistically significant (<0.001), but it had a very weak positive correlation and not statistically significant (r=0.024, p=0.756). Meningioma tissue expressed HER2 mRNA with a mean value of 34.6+-0.63, while in serum the average was only 23.39+-1.17. The increase in serum HER2 mRNA expression occurred in conditions of high serum progesterone with a strong positive correlation and statistically significant (r=0.715, p<0.001). Conclusion Serum HER2 mRNA expression was not lower than meningioma tissue HER2 mRNA expression and it was statistically significant.

Kata Kunci : HER2; meningioma orbitokranial; reseptor progesterone, orbitocranial meningioma, progesterone receptor

  1. SPESIALIS-2021-392538-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2021-392538-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2021-392538-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2021-392538-title.pdf