ANALISIS PENGARUH BELANJA PEMERINTAH UNTUK PENDIDIKAN DAN KESEHATAN, INVESTASI MODAL FISIK, SERTA PENDUDUK USIA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA TAHUN 1976-2018
ALIKA RIZMALIA PUTRI, Evi Noor Afifah, Dr., S.E., M.S.E.
2021 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIPenelitian ini menganalisis pengaruh belanja pemerintah untuk pendidikan dan kesehatan, investasi modal fisik, dan penduduk usia kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Data yang digunakan adalah data Indonesia dari tahun 1976 hingga 2018 atau selama 43 tahun. Terdapat dua metode analisis yang digunakan yaitu metode kointegrasi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) Bounds Test untuk melihat hubungan dalam jangka panjang dan ARDL-ECM (Autoregressive Distributed Lag-Error Correction Model) untuk melihat hubungan dalam jangka pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja pemerintah untuk pendidikan dan kesehatan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertu¬¬¬¬mbuhan ekonomi di Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Kemudian variabel investasi modal fisik yang diproksikan oleh gross fixed capital formation (GFCF) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada level 1% terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Sedangkan variabel penduduk usia kerja memiliki pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan tingkat signifikansi sebesar 5% dalam jangka panjang dan 1% dalam jangka pendek.
This study analyzes the effect of government expenditure on education and health, physical capital investment, and the working age population on economic growth in Indonesia. The data used is Indonesian data from 1976 to 2018 or for 43 years. There are two analysis methods used, namely the ARDL (Autoregressive Distributed Lag) Bounds Test cointegration method to see the long-term relationship and the ARDL-ECM (Autoregressive Distributed Lag-Error Correction Model) to see the short-term relationship. The results show that government expenditure on education and health does not have a significant effect on economic growth in Indonesia, both in the long and short term. Then the physical capital investment variable proxied by gross fixed capital formation (GFCF) has a positive and significant effect at the 1% level on economic growth in Indonesia both in the long and short term. Meanwhile, the working age population variable has a negative effect on Indonesia's economic growth with a significance level of 5% in the long run and 1% in the short term.
Kata Kunci : pertumbuhan ekonomi, belanja pemerintah, pendidikan, kesehatan, modal fisik, time series