Laporkan Masalah

Kemampuan Literasi Kritis Mahasiswa Manajemen Informasi dan Perpustakaan

NURUL FARIDA, Dr. Dian Arymami, S.IP., M.Hum.

2021 | Tesis | MAGISTER KAJIAN BUDAYA DAN MEDIA

Informasi merupakan sesuatu yang netral, tetapi informasi selalu ditulis oleh individu yang memiliki latar belakang pemahaman, sikap, dan nilai. Memahami informasi berdasarkan sudut pandang manajemen informasi dan perpustakaan membutuhkan sebuah kemampuan untuk memahaminya. Literasi kritis merupakan sebuah sebuah pendekatan yang digunakan untuk memahami ketidaknetralan informasi. Literasi kritis dinilai dapat memperlihatkan kesinambungan informasi dengan realitas sosial yang ada. Penelitian ini berupaya untuk menggambarkan cara mahasiswa Manajemen Informasi dan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (MIP UGM) dalam menindaklanjuti informasi yang diterimanya. Cara yang dimaksudkan berdasarkan pada empat dimensi literasi kritis, yakni mengganggu (asumsi) yang lumrah, memeriksa dari berbagai sudut pandang, fokus pada isu sosial politik, dan mengambil tindakan. Hal ini dilakukan untuk melihat kemampuan setiap individu dalam memahami informasi yang sengaja diproduksi oleh penulis informasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode campuran sekuensial berdasarkan strategi eksplanatoris sekuensial. Proses penelitian dilakukan dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan data kualitatif kepada mahasiswa MIP UGM berstatus aktif. Hasil pada penelitian ini menunjukkan keberagaman kemampuan literasi kritis mahasiswa MIP UGM. Kemampuan Literasi kritis dipengaruhi oleh empat dimensi mengganggu (asumsi) yang lumrah, memeriksa dari berbagai sudut pandang, fokus pada isu sosial politik, dan mengambil tindakan. Di mana pencarian informasi kini menjadi rutinitas yang dilakukan oleh Mahasiswa MIP UGM. Sebanyak 76% mahasiswa melakukan lebih banyak pencarian informasi saat yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspektasinya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka terbuka untuk melihat informasi dari asumsi yang belum pernah diketahui sebelumnya. Sebanyak 59% mahasiswa merasa tertarik untuk mengetahui informasi dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini dilakukan supaya tidak terjebak pada pemahaman tunggal, terlebih saat berkenaan dengan isu sosial politik. Sebanyak 76% mahasiswa MIP UGM berusaha mencari lebih banyak informasi pembanding saat informasi yang dibacanya mengandung isu sosial politik. Setelah mendapatkan informasi, tindakan yang dilakukan oleh 48% mahasiswa MIP UGM adalah berbagi opini dengan orang terdekat, mereka melakukan hal tersebut untuk mengetahui perspektif orang disekitarnya dan menciptakan posisi aman.

Information is neutral, but the information is always written by individuals who have a background of understanding, attitudes, and values. Understanding information from the point of view of information and library management studies is not an easy thing, so it takes an ability to understand it. Critical literacy is an approach used to understand the impartiality of information. Critical literacy is considered to be able to show the continuity of information with existing social realities. This study attempts to describe the way students of Information and Library Management Universitas Gadjah Mada follow up on the information they receive. The method intended is based on four dimensions of critical literacy, namely disrupting the commonplace, interrogating multiple viewpoints, focusing on socio-political issues, and taking action. Critical literacy is used to see the ability of each individual to understand the information produced by the information writer. This research was conducted using a sequential mixed method based on a sequential explanatory strategy. The research process was carried out by collecting and analyzing quantitative data and qualitative data to MIP UGM students with active status. The results of this study indicate the diversity of critical literacy abilities of students of Information and Library Management Universitas Gadjah Mada. Critical literacy skills are influenced by the four dimensions of disrupting the commonplace, interrogating multiple viewpoints, focusing on socio-political issues, and taking action. Where the search for information has now become a routine carried out by students of Information and Library Management Universitas Gadjah Mada. As many as 76% of students do more information seeking when the results do not match their expectations. This shows that they are open to seeing information from previously unknown assumptions. As many as 59% of students feel interested in knowing information from a different point of view. This is done so as not to be trapped in a single understanding, especially when it comes to socio-political issues. As many as 76% of students of Information and Library Management Universitas Gadjah Mada try to find more comparative information when the information they read contains socio-political issues. After getting information, the action taken by 48% of students of Information and Library Management Universitas Gadjah Mada was to share opinions with the closest people, they did this to find out the perspective of the people around them and create a safe position.

Kata Kunci : Informasi, Literasi Kritis, Mahasiswa, MIP, UGM

  1. S2-2021-450006-abstract.pdf  
  2. S2-2021-450006-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-450006-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-450006-title.pdf