Laporkan Masalah

KONSUMSI DAN KECERNAAN NUTRIEN ANAK KAMBING BLIGON JANTAN LEPAS SAPIH YANG DIPELIHARA PADA KONDISI TERKONTROL DAN KONDISI LAPANGAN

ANIS SITI NURJANAH, Prof.Dr. Ir. Kustantinah, DEA.,IPU; R. Edwin Indarto, S.Pt., MP.

2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi dan kecernaan nutrien anak kambing Bligon jantan lepas sapih pada kondisi terkontrol dan kondisi lapangan. Empat belas ekor kambing Bligon jantan lepas sapih dengan umur 4-5 bulan digunakan dan terbagi menjadi 2 kelompok yang terdiri atas 7 ekor yang dipelihara secara terkontrol di Laboratorium Ilmu Ternak Potong, Kerja dan Kesayangan, Universitas Gadjah Mada dan 7 ekor dipelihara pada kondisi lapangan di Kelompok Gama Ngudi Lestari, Banyusoco, Gunung Kidul dengan berat rata-rata ternak pada kedua perlakuan 11,53 kg. Kelompok terkontrol diberi pakan berupa kaliandra dan rumput raja, serta konsentrat, sedangkan pemeliharaan di lapangan pemberian pakan disesuaikan dengan pemberian pakan yang dilakukan oleh peternak. Uji proksimat sesuai prosedur AOAC (2005) dilakukan pada bahan pakan dan feses. Analisis data menggunakan Uji-T. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi BK, PK, LK, dan BETN pada kambing yang dipelihara secara terkontrol lebih tinggi dibandingkan konsumsi BK, PK, LK, dan BETN pada pemeliharaan kondisi lapangan dan menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05). Kecernaan BO, PK, SK dan TDN pada kambing yang dipelihara terkontrol menunjukkan nilai cerna yang lebih tinggi dibandingkan dipelihara pada kondisi lapangan dan menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05). Hasil PBBH menunjukkan bahwa pemeliharaan secara terkontrol lebih baik (114,45 gr/hari) dibandingkan kondisi lapangan (57,46 gr) (p<0,05). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu, bahwa perlakuan pemeliharaan terkontrol dapat meningkatkan PBBH dan memiliki nilai konversi pakan yang lebih baik.

This study was aimed to determine the consumption and nutrient digestibility of male weaned Bligon goats under controlled and field conditions. Fourteen goats aged 4-5 months used and divided into 2 groups that consisted of 7 goats kept in control in Laboratory of Meat, Draught and Companion, Universitas Gadjah Mada and 7 goats kept in the in Gama Ngudi Lestari's field, Banyusoco, Gunung Kidul with average weight for each treatment was 11,53 kg. The control group fed by calliandra and king grass, and concentrate, while the field group fed by farmer provided. The proximate test was conducted AOAC procedure (2005). Data was analyzed by T-test. The results showed that consumption of DM, CP, CF, and NFE in control group was higher than field group and showed significant result (p<0.05). The digestibility of OM, CP, CF and TDN in control group showed a higher value than field group and showed significant result (p<0.05). Average daily gain in control group showed better result (114.45 gr/day) than field group (57.46 gr/day) (p<0.05). It was concluded that the maintained control can increase ADG and have a better feed conversion value.

Kata Kunci : Kambing Bligon, Lepas sapih, Konsumsi, Kecernaan

  1. S1-2021-362614-abstract.pdf  
  2. S1-2021-362614-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-362614-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-362614-title.pdf