Laporkan Masalah

PENGULAMAAN: ARKEO-GENEALOGI ULAMA BERBASIS IJTIMA

DIAN DWI JAYANTO, Prof. Drs. Purwo Santoso, M.A, Ph.D

2021 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Kajian ini memfokuskan pembahasannya tentang fenomena diskursif yang berlangsung di balik kegiatan GNPF-Ulama melalui Ijtima Ulamanya sehingga bisa menghadirkan subyek beratribut ulama. Genre pengulaman yang dihadirkan oleh GNPF-Ulama dalam penelitian ini disebut sebagai ulama hasil konstruksi wacana, dimana telah terjadi keterputusan epistemik dan dekontinuitas dari pola keulamaan transmisi (harus memiliki riwayat keilmuan yang bersanad) sebagai syarat baku menjadi ulama. Dengan kata lain, telah muncul sebuah reproduksi pengulamaan baru berdasarkan arkeo-geneaologi yang baru pula atau berbeda dengan sistem pengetahuan pengulamaan konvensional. Tujuan penelitian ini mengungkap bagaimanakah arkeo-genealogi keulamaan GNPF-Ulama terbentuk. Pengulamaan di sini diperlakukan sebagai sebuah konstruksi sosial, bukan sebagai tinjauan keagamaan, dimana wacana keulamaan mengandaikan adanya legitimasi religius terkait erat dengan signifikansi politik yang terkandung di dalamnya. Kesadaran signifikansi politik ini yang senantiasa memotivasi adanya reproduksi makna keulamaan seperti yang ditunjukkan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) melalui Ijtima Ulamanya. Yang tidak kalah penting, bersamaan dengan pendakuan keulamaan tersebut sekaligus menempatkan posisi forum tersebut dalam percaturan perpolitikan di Indonesia. Untuk menelaah persoalan seputar diskursus keulamaan tersebut, penelitian ini menggunakan arkeologi pengetahuan dan genealogi kekuasaan (disingkat arkeo-genealogi) baik sebagai teori maupun metodologi. Penelitian dilakukan dengan studi pustaka dan menggunakan metode arkeo-genealogi untuk menemukan jaringan semesta diskursus di dalam teks-teks tersebut. Penelitian ini membuktikan bahwa bukan sekadar mengatakan ada pertarungan antar ulama atau lembaga ulama dalam arena politik nasional, namun lebih dari itu, telah muncul reproduksi pengulamaan lain atau baru yang berbeda dengan pengulamaan sebelumnya.

This study focuses on the discursive phenomenon of National Movement to Guard Ulama's Religious Edicts (GNPF-Ulama) activities with their Ijtima Ulama which produces the subjects of Ulama attribution. Such type of pengulamaan (the subject making of ulama) granting is referred to ulama the result of discourse construction, which is as an epistemic break and a discontinuity of the pattern of the transmissive subject making of ulama (Ulama must obtain a scholarly legitimized chain of knowledge (sanad)) as a standard requirement to become an Islamic scholar/Ulama. Hence, it escalates a new reproduction of the subject making of ulama based on archeo-geneology which is new compared to conventional Islamic Scholarship systems. The research seeks the archeo-genealogy establishment of the subject making of ulama by GNPF-Ulama. Islamic scholarship is treated as a social construction, not a religious review, in which Islamic scholarship discourse links the religious legitimacy to the political significance. This awareness of political significance motivates GNPF-Ulama to reproduce Islamic Scholarship definition by their Ijtima Ulama. Furthermore, this recognition places GNPF-Ulama in Indonesian political arena. To examine the issues surrounding this discourse, this study employs the archeology of knowledge and the genealogy of power (abbreviated as archeo-genealogy) as theory and methodology. The research is carried out by literature study and the archeo-genealogy method to find a universal network of discourses in these texts. This research proves not only the occurrence of battles among Ulama or Ulama institutions in the national political arena, but also, more than that, exhibits the reproduction of new the subject making of ulama definition.

Kata Kunci : Arkeologi Pengetahuan, Genealogi Kekuasaan, Keulamaan, GNPF-Ulama, Ijtima Ulama.

  1. S2-2021-434337-abstract.pdf  
  2. S2-2021-434337-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-434337-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-434337-title.pdf