ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA SURABAYA
Awanda Sistia Risky, Prof. Dr. Suratman, M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANKota mempunyai luas lahan terbatas sedangkan permintaan akan penggunaan lahan pada suatu kota terus berkembang. Jumlah penduduk yang banyakn serta pertumbuhan yang terus meningkat di Kota Surabaya memberikan implikasi pada tingginya tekanan terhadap pemanfaatan ruang. Kota Surabaya mengalami perkembangan besar-besaran pada ruang terbangun dan menyita lahan-lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui ketersediaan dan kebutuhan RTH Kota Surabaya berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk Kota Surabaya serta mengevaluasi kecukupan RTH Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam menganalisis ketersediaan RTH ialah Analisis Citra Berbasis Objek atau sering disebut OBIA dan Analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). OBIA digunakan untuk identifikasi kenampakan Ruang Terbuka Hijau dengan bentuk yang kompleks dan tidak teratur, sedangkan analisis SIG digunakan untuk mengatahui luasan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau sebagai acuan evaluasi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau. Ketersediaan RTH di Kota Surabaya pada tahun 2019 yakni seluas 10199,83 hektar dan tersebar tidak merata di seluruh wilayah. Hasil analisis menunjukkan, dengan luas wilayah yang dimiliki Kota Surabaya yaitu 33524,15 hektar maka kebutuhan RTH Kota Surabaya ialah 10057,25 hektar. Sedangkan, RTH berdasarkan jumlah penduduk Kota Surabaya sebanyak 3149000 jiwa yaitu sebesar 6298 hektar. Dengan demikian, jumlah ketersediaan RTH Kota Surabaya pada tahun 2019 yakni 10199,83 hektar telah memenuhi standar kebutuhan RTH berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk.
Cities have a limited land area while the demand for land use in a city continues to grow. The large population and its increasing growth in Surabaya City have implications for the high pressure on space utilization. Surabaya City has undergone major development in built space and is confiscating lands of Green Open Space (GOS). The purpose of this study is to determine the availability and need for Green Open Space in Surabaya City based on the area and population size also to evaluate the adequacy of Surabaya City's Green Open Space. The methods used in analyzing the availability of green open space are Object-Based Image Analysis or often called OBIA and Geographic Information System (GIS) Analysis. OBIA is used to identify the appearance of Green Open Space with a complex and irregular shape, while GIS analysis is used to determine the extent of Green Open Space availability as a reference for evaluating the availability of Green Open Space. The availability of Green Open Space in Surabaya City in 2019 is 10199.83 hectares and is spread unevenly throughout the region. The results of the analysis show, with the total area of Surabaya City that is 33524.15 hectares, the need for Green Open Space for Surabaya City is 10057.25 hectares. Meanwhile, the need for Green Open Space based on the population of Surabaya City for 3149000 people is 6298 hectares. Thus, the total availability of Green Open Space for Surabaya City in 2019 is 10199.83 hectares, it has met the standard for Green Open Space needs based on area and population.
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Ketersediaan, OBIA, Kota Surabaya/Green Open Space, Availability, OBIA, Surabaya City