KEDUDUKAN PESANGGRAHAN DI MASA KASULTANAN YOGYAKARTA DALAM KONTEKS PERKEMBANGAN TAMAN DI NUSANTARA DAN FUNGSI PESANGGRAHAN AMBARBINANGUN
TRISAN BAGAS YUWONO, Adieyatna Fajri, S.S., M.A.
2021 | Skripsi | S1 ARKEOLOGITaman adalah hasil budaya kognitif manusia yang sudah lama muncul. Taman merupakan bentuk ekspresi manusia yang di dalamnya memuat kompleksitas makna. Di Nusantara, bukti keberadaan taman ditemukan berkaitan dengan adanya suatu kerajaan. Taman menjadi salah satu komponen dari kerajaan sejak Masa Hindu-Buddha sampai Masa Islam. Akan tetapi, perkembangan taman dari masa ke masa tersebut memunculkan simplifikasi terhadap taman. Pada Masa Kasultanan berkembang pesanggrahan yang mengadopsi konsep dari taman. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan kedudukan pesanggrahan dalam konteks perkembangan taman di Nusantara sekaligus untuk mengetahui fungsi salah satu pesanggrahan Keraton Yogyakarta yaitu Pesanggrahan Ambarbinangun. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa tahap. Tahap pertama ialah pengumpulan data sejarah, data artefaktual, dan wawancara. Ketiga data tersebut diolah untuk dilakukan deskripsi. Tahap ketiga dilakukan analisis deskripsi mengenai perkembangan taman di Nusantara. Melalui pendekatan lingkungan, arkeologis, dan historis dilakukan analisis mengenai fungsi Pesanggrahan Ambarbinangun. Berdasarkan analisis tersebut, perkembangan taman di Nusantara diketahui mengalami perubahan dan perkembangan dari masa ke masa. Hal yang menjadi tradisi hanyalah tradisi pembuatan taman dan penggolongan taman. Pesanggrahan Ambarbinangun yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VI menonjolkan fungsi rekreatif.
Garden is a result of man's cognitive culture that has long been emerged. Gardens is a form of complexity meaning towards human's expression. In Nusantara, the evidence of garden's existence belongs to a kingdom. Garden become one of component since Hindu-Buddhism era till Islamic era. However, the development of gardens from era to era has led to simplifications towards the garden. In Yogyakarta Sultanate has developed a pesanggrahan which adopt from garden concepts. This research's purpose is to explain position pesanggrahan in the context of garden development in Nusantara at once to find out the function of one of pesanggrahan Yogyakarta Palace that called Pesanggrahan Ambarbinangun. There are few step to reach it purpose. First, is collecting historical data, artefactual data, and interview. Those three data are processed for description. Then, is do analytical description about gardens development in Nusantara. Through environmental, archaeological, and historical approach an analysis about the function of Pesanggrahan Ambarbinangun is carried out. Based it analysis, the gardens development in Nusantara is known to have undergone a change and development from era to era. Tradition of building garden and classified garden are the only became tradition things. Pesanggrahan Ambarbinangun which was built during Sultan Hamengku Buwono VI's era highlighted as recreational functions.
Kata Kunci : taman, pesanggrahan. Pesanggrahan Ambarbinangun, Kasultanan Yogyakarta, gardens, Yogyakarta Sultanate