FLIPPING DAN FEAR OF REGRETS: (Analisis Underpricing vs Overpricing di Bursa Efek Indonesia)
MOHAMAD YUSUF R, Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Pasar modal dalam dunia investasi merupakan salah satu wadah investasi yang mayoritas investor institusi maupun ritel sukai. Ada berberapa cara investor menghasilkan return dari pasar modal, pertama dengan capital gain yang erat kaitanya dengan perubahan harga saham dan yang kedua adalah dividen pay out, yang merupakan corporate action dari perusahan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Pada saat perusahaan melakukan listing di Bursa Efek atau public offering (IPO), mereka akan berurusan dengan Underwriter untuk mentukan harga dan mengalokasikan saham yang akan diterbitkan dan dijual, dan ini berkaitan erat dengan keberhasilan perusahaan yang menerbitkan untuk mendapakan dana untuk dijadikan modal usaha. Dari sisi investor, tidak sedikit yang melihat potensi capital gain yang besar pada hari pertama bahkan hingga hari ketiga. Maka dari itu, tidak sedikit investor institusi maupun ritel yang melakukan aktivitas flipping dihari tersebut agar mendapakan return yang besar. Akan tetapi, hal ini mungkin terjadi sebaliknya yaitu turunnya harga saham atau kenaikan harga saham yang di bawah return market sehingga investor merasa dirugikan dalam keputusan untuk membeli saham tersebut. Alhasil investor harus mengambil tindakan yang bertujuan menyelamatkan investasinya. Dalam penelitian ini kita akan melihat bagaimana perilaku investor terhadap kejadian ini apakah terjadi disposition effect pada kejadian tersebut dan apakah keputusan investor dalam melakukan flipping adalah keputusan yang rasional dan didasari oleh fear of regret.
The capital market in the investment world is one of the platforms which institutional and retail investors prefer most. There are several ways investors generate returns from the capital market. First, the capital gains that are related to stock price changes closely. The second is dividend payout, which is the corporate action of companies listed on the Indonesia Stock Exchange. When a company is listing on the Stock Exchange or a public offering (IPO), they will deal with an Underwriter to determine the price and allocate shares to be issued and sold. It is closely related to the success of the issuing company to get funds for business capital. Some of the investors see the potential for large capital gains on the first even on the third day. Therefore, some institutional and retail investors carry out flipping activities on the same day to get a large return. However, it might be the other way around, namely decreasing or increasing share prices which below the market return. So that investors feel disadvantaged in the decision to buy these shares. As a result, investors must take actions aimed at saving their investment. In this study, we will look at how investors behave towards the incident. Whether there is a disposition effect on this incident and the investor's decision to flipping is rational and is based on fear of regret.
Kata Kunci : flipping, IPO, disposition effect, fear of regret