Laporkan Masalah

EFISIENSI ENERGI OPERASIONAL KAWASAN MANGKUBUMI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SIMULASI URBAN MODELLING INTERFACE

NADIA NUR AMELIA, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, M.T., IAI., IPU

2021 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Kawasan Mangkubumi Yogyakarta adalah kawasan strategis pendukung perekonomian kota yang didukung beragam fungsi bangunan. Penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2019 mengukur tingkat keberlanjutan kawasan melalui energi operasional, FAR, dan mobility. Rentang perolehan nilai energi operasional pada kawasan tersebut sebesar 44-725 kWh/m²/th dimana bangunan residensial dan hotel memiliki nilai di atas batas acuan IKE. Perolehan FAR sebesar 0,85 dan mobilitas (walkability 76/100 dan bikeability 79/100). Perolehan tersebut menjadi dasar penelitian ini yang kemudian dikembangkan dengan efisiensi tingkat bangunan dan tingkat kawasan guna mendapatkan nilai energi operasional yang lebih rendah dan kawasan yang berkelanjutan. Penelitian dengan fokus efisiensi energi operasional menggunakan metode kuantitatif melalui simulasi dan didukung oleh perangkat lunak urban modeling interface (UMI). Perangkat tersebut menjadi alat ukur untuk mengetahui hasil efisiensi dari kinerja energi operasional. Efisiensi energi operasional dilakukan dalam intervensi tingkat bangunan (pemodelan skenario A) melalui penggunaan material bangunan pada selubung dan efisiensi peralatan AC dan intervensi tingkat kawasan (pemodelan skenario B) dari skenario ketinggian bangunan residensial untuk mendapatkan nilai FAR dan efisiensi energi operasional. Kemudian hasil dari pemodelan skenario dan simulasi tersebut dilakukan analisis dan pembahasan guna menemukan nilai efisiensi energi operasional dan model terpilih. Hasil model terpilih dari pemodelan skenario A adalah pemodelan skenario VI-A dengan efisiensi sebesar 82% melalui konfigurasi secara bersamaan terhadap nilai transmitans termal dari material bangunan pada selubung bangunan dan efisiensi peralatan AC melalui COP yang digunakan. Rentang perolehan nilai energi operasional sebesar 35,55-405,22 kWh/m²/th. Hasil model terpilih dari pemodelan skenario B adalah pemodelan 0-B dengan efisiensi sebesar 69,34% dengan FAR 0,75 melalui konfigurasi pada tinggi bangunan residensial adalah 1 (satu) lantai. Rentang perolehan nilai energi operasional sebesar 35,55-411,24 kWh/m²/th.

The Mangkubumi Yogyakarta area is a strategic area supporting the city's economy which is supported by various building functions. The research conducted in 2019 measured the level of sustainability of the area through operational energy, FAR, and mobility. The range of obtained value for operational energy in the area is 44-725 kWh / m² / yr where residential buildings and hotels have values above the IKE reference limit. Obtained FAR is 0,85 and mobility is 76/100 for walkability and 79/100 for bikeability. This acquisition becomes the basis for research which is then developed with the efficiency of building and area level in order to obtain a lower operational value and a sustainable area. The research focusing on operational energy efficiency uses quantitative methods through simulation and is supported by urban modeling interface (UMI) software. The device is a measuring tool for determining the efficiency results of operational energy performance. Operational energy efficiency is carried out in building level interventions (scenario modeling A) through the use of building materials in the enclosure and efficiency of air conditioning equipment and area level intervention (scenario B modeling) of residential building height scenarios to obtain FAR values and operational energy efficiency. Then the results of scenario modeling and simulation are analyzed and discussed in order to find the value of operational energy efficiency and the selected model. The result of the selected model from modeling scenario A is modeling scenario VI-A with an efficiency of 82% through simultaneous configuration of the thermal transmittance value of building materials on the building envelope and the efficiency of the AC equipment through the COP used. The range of yield for operational energy value is 35,55-405,22 kWh / m² / yr. The result of the selected model from modeling scenario B is 0-B modeling with an efficiency of 69,34% with a FAR of 0,75 through the configuration of a residential building height of 1 (one) floor. The range of yield for operational energy values is 35,55-411,24 kWh / m² / yr.

Kata Kunci : efisiensi energi operasional, bangunan, kawasan