Laporkan Masalah

KAJIAN TRANSPORTASI AYAM BROILER TERHADAP RASIO HETEROFIL/LIMFOSIT

ADIL BIN IBRAHIM, Dr. drh. Pudji Astuti, M. P.

2010 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Transportasi merupakan kebutuhan mutlak dalam proses pemasaran ayam broiler. Perlakuan pada saat transportasi menimbulkan stres yang berpengaruh pada kualitas, seperti kulit sobek, mutu daging ayam broiler bahkan kematian. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh transportasi terhadap rasio heterofil/limfosit (indeks stres) ayam broiler. Dalam penelitian ini digunakan 30 ekor ayam broiler umur 46 hari, berat badan rata-rata 1,4 kg. Ayam broiler tersebut dibagi dalam tiga kelompok secara acak, masing -masing kelompok terdiri dari: 12 ekor untuk perlakuan metode gantung, 12 ekor untuk perlakuan metode boks, dan 6 ekor digunakan sebagai kontrol. Perlakuan diberikan pada ayam tersebut, yaitu ditransportasikan dengan dua metode (gantung dan boks) menggunakan mobil bak terbuka, waktu tempuh perjalanan 30 menit, kecepatan rata-rata 30-50 km/jam. Perlakuan dilaksanakan pada pukul 18.00 WIB. Pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak tiga kali untuk tiap ekor ayam broiler tersebut: pertama dilakukan sebelum ayam broiler ditransportasikan, kedua setelah ayam broiler ditransportasikan, ketiga yaitu pada saat ayam broiler diberi waktu istirahat (recovery) selama satu jam setelah ditransportasikan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai rasio heterofil/limfosit (indeks stres) ayam perlakuan (metode gantung dan boks) lebih tinggi daripada ayam kontrol. Hasil uji ANOVA menunjukkan perlakuan berbeda signifikan (P<0,05). Hasil uji LSD berbeda signifikan (P<0,05) untuk ayam broiler yang ditransportasi dengan metode gantung vs kontrol, sedangkan antara ayam broiler yang ditransportasi dengan metode gantung vs metode boks dan metode boks dengan kontrol tidak adanya perbedaan yang nyata (P>0,05). Ini dapat dikatakan bahwa transportasi menyebabkan peningkatan rasio heterofil/limfosit pada ayam yang ditransportasi dengan metode boks maupun gantung sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi peternak jika proses transportasi tidak ditangani dengan baik.

Transportation is an absolute requirement in processes broiler marketing. Broiler chicken are usually handled intensively before transport, evokes stress that influential on quality, as as skinned rip, meat quality, even death. The aim of this study was to determine heterophils/lymphocytes ratio (stress index) during animals transportation. A total of 30 broiler chickens ages 46 days, average bo dy weight 1,4 kg is been used. Broiler chicken is divided into three groups at random, each group consisting of; 12 broiler chicken for hang method, 12 br oiler chicken for box method, and 6 broiler chicken as control. Treatment is conduct at 18.00 WIB. Experimental broiler chicken were transported with two methods (hang and box) in open small truck for 30 minutes with average speed 30-50 km/h. All animals were blood-sampled for three times; immediately before transport, immediately after transportation and one hour after transportation (recovery times). ANOVA test showed that transportation significant difference among all groups. LSD test showed that, significant difference between hang method vs control (P<0,05); but no significant difference between hang method vs box method and control vs box method (P>0.05). This result showed that transportation could increase heterophils/lymphocytes ratio (stress index) in broiler chicken that been transported. It is therefore pertinent to minimize simultaneous actions of this stress factor (transportation) in order to reduce economic losses and stress to animal.

Kata Kunci : stres transportasi, rasio heterofil/limfosit, ayam

  1. bibliography.pdf  
  2. SKRIPSI_2011_Adil_Bin_Ibrahim-10-11.pdf  
  3. table_of_content.pdf  
  4. title.pdf