Dinamika Sosial Kader Kesehatan Jiwa Dalam Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat Di Desa Ngestiharjo
KHANIF NASTITI DEWI, Drs. Suparjan, M.Si
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat melalui kader kesehatan jiwa yang berasal dari masyarakat menjadi salah satu solusi mengenai pelayanan kesehatan jiwa yang belum dapat diakses oleh semua masyarakat yang membutuhkan. Pelibatan masyarakat dalam pelayanan kesehatan tersebut memberikan dampak berupa kemudahan dalam edukasi, pendeteksian dini, dan pengawasan terhadap masyarakat yang memiliki kerentanan mengalami gangguan jiwa maupun masyarakat yang sudah didiagnosa mengalami gangguan jiwa. Peran sebagai kader kesehatan jiwa tersebut dapat berkembang bukan hanya berdasarkan keinginan individu itu sendiri, namun juga adanya pengaruh dari lingkungan baik nilai, norma, dan kebudayaan yang berkembang di masyarakat dan mendukung peran tersebut. Kondisi lingkungan sendiri setiap waktu mengalami perubahan baik itu bersumber dari luar atau dari masyarakat itu sendiri. Perubahan � perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat tersebut bisa memberikan dampak yang bermacam � macam terhadap peran kader kesehatan jiwa, baik itu bisa berupa dukungan maupun menjadi penghambat berkembangnya kader kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai gambaran dinamika sosial peran kader kesehatan jiwa pada masyarakat Desa Ngestiharjo, Bantul. Kajian utama dalam pembahasan penelitian ini adalah aspek dinamika sosial dalam pelaksanaan peran sebagai kader kesehatan jiwa. Dipilihnya praktik kader kesehatan jiwa di Desa Ngestiharjo karena desa tersebut menjadi salah satu tonggak awal pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat di Kabupten Bantul. Peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi untuk mendapatkan data � data yang pendukung penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi beberapa perubahan penting yang mempengaruhi nilai, posisi, dan pelaksanaan peran sebagai kader kesehatan jiwa. Perubahan tersebut adalah perubahan pada kepemimpinan pemerintah Desa Ngestiharjo, perubahan peraturan yang mengatur mengenai kader kesehatan jiwa, pergeseran orientasi subjektif pada masyarakat mengenai peran tersebut, dan perubahan metode interaksi antar masyarakat karena masuknya teknologi komunikasi. Perubahan � perubahan tersebut memberikan pengaruh pada pelaksanaan peran sebagai kader kesehatan jiwa terutama dalam bagian regenerasi kader, hambatan yang terjadi pada kader kesehatan jiwa, dan strategi atau inovasi yang dilakukan kader kesehatan jiwa. Dampak yang terjadi tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan kualitas dan kuantitas kader kesehatan jiwa, pelaksanaan peran kader kesehatan jiwa yang semakin efektif dalam melakukan pelayanannya, adanya inkonsistensi kader kesehatan jiwa untuk tetap bertahan pada peran tersebut, dan menyebabkan adanya konflik internal antar kader kesehatan jiwa.
Community-based mental health services through mental health cadres from the community are one of the solutions for mental health services that are not yet accessible to all people in need. Community involvement in health services has an impact in the form of ease of education, early detection, and supervision of people who have a vulnerability to mental disorders and people who have been diagnosed with mental disorders. The role as a mental health cadre can develop not only based on the desires of the individu, but also the influence of the environment both values, norms, and culture that develop in society and support that role. The condition of the environment itself changes every time, whether it comes from outside or from the community itself. The changes that occur in the community's life can have various impacts on the role of mental health cadres, either in the form of support or as an obstacle to the development of mental health cadres. This research aims to find out more about an overview of the social dynamics of the role of mental health cadres in the community of Ngestiharjo Village, Bantul. The main study in the discussion of this research is the aspect of social dynamics in implementing the role of a mental health cadre. The practice of mental health cadres in Ngestiharjo Village was chosen because the village was one of the initial milestones for community-based mental health services in Bantul District. Researchers used the method of observation, interviews, literature study, and documentation to obtain data that supports this research. Based on the results of the research, there have been several important changes that have affected the value, position, and implementation of the role of a mental health cadre. These changes are alteration in the leadership of the Ngestiharjo Village government, changes in regulations governing mental health cadres, a shift in the subjective orientation of the community regarding these roles, and changes in the method of interaction between communities due to the introduction of communication technology. These changes have an impact on the implementation of the role of a mental health cadre, especially in the regeneration section of cadres, obstacles that occur in mental health cadres, and strategies or innovations made by mental health cadres. The impact that occurs is indicated by an increase in the quality and quantity of mental health cadres, the implementation of the role of mental health cadres that are increasingly effective in carrying out their services, the inconsistency of mental health cadres to remain in this role, and causing internal conflicts among mental health cadres.
Kata Kunci : Social dynamics, mental health cadres, community-based mental health services