PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH MERAH (Pandanus conoideus) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN, NILAI VPC DAN TPPMENCIT (Mus musculus) YANG DIINFEKSI TOXOPLSMA GONDI
ANIS DWI UTAMI, drh. Dwi Priyowidodo, M.P.
2011 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANToksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis parasitik yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Sari buah merah mengandung tokoferol, betakaroten yang bersifat sebagai antioksidan yang dapat memperbaiki sistem imun tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian sari buah merah terhadap eritrosit, hemoglobin, PCV dan TPP pada mencit yang diinfeksi Toxoplasma gondiisehingga dapat mermberikan alternatif pengobatan herbal untuk mengatasi Toksoplasmosis. Sebanyak 15 ekor mencit Balb/C, jantan, umur 3 bulan, berat badan sekitar 30 gram digunakan sebagai hewan percobaan. Mencit dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok I (kontrol), kelompok II (diinfeksi takizoit Toxoplasma gondii), kelompok III (diinfeksi Toxoplasma gondiidan diberi sari buah merah). Tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Pemberian sari buah merah pada kelompok ketiga dimulai pada hari pertama sebanyak 0,53 g/kg BB/ekor/hari. Mencit kelompok II dan kelompok III diinfeksi dengan takizoit Toxoplasma gondiistrain RH 1x10 3 per ekor mencit disuntikkan secara intraperitoneal. Pengambilan darah pada lima ekor tiap kelompok melalui canthus medialis dilakukan pada hari ke 7 dan ke 12. Pemeriksaan darah dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan universitas GadjahMada. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan hasil yang signifikan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai eritrosit, hemoglobin, PCV antara kelompok I, II, III sebelum dan sesudah infeksi takizoit Toxoplasma gondiitidak ada perbedaan signifikan (P>0,05). Nilai TPP antara kelompok I, II, III sebelum dan sesudah infeksi takizoit Toxoplasma gondiimenunjukkan ada perbedaan signifikan (P>0,05) dengan analisisDuncan’s Multiple Range Test.
Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis parasitik yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Sari buah merah mengandung tokoferol, betakaroten yang bersifat sebagai antioksidan yang dapat memperbaiki sistem imun tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian sari buah merah terhadap eritrosit, hemoglobin, PCV dan TPP pada mencit yang diinfeksi Toxoplasma gondiisehingga dapat mermberikan alternatif pengobatan herbal untuk mengatasi Toksoplasmosis. Sebanyak 15 ekor mencit Balb/C, jantan, umur 3 bulan, berat badan sekitar 30 gram digunakan sebagai hewan percobaan. Mencit dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok I (kontrol), kelompok II (diinfeksi takizoit Toxoplasma gondii), kelompok III (diinfeksi Toxoplasma gondiidan diberi sari buah merah). Tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Pemberian sari buah merah pada kelompok ketiga dimulai pada hari pertama sebanyak 0,53 g/kg BB/ekor/hari. Mencit kelompok II dan kelompok III diinfeksi dengan takizoit Toxoplasma gondiistrain RH 1x10 3 per ekor mencit disuntikkan secara intraperitoneal. Pengambilan darah pada lima ekor tiap kelompok melalui canthus medialis dilakukan pada hari ke 7 dan ke 12. Pemeriksaan darah dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan universitas GadjahMada. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan hasil yang signifikan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai eritrosit, hemoglobin, PCV antara kelompok I, II, III sebelum dan sesudah infeksi takizoit Toxoplasma gondiitidak ada perbedaan signifikan (P>0,05). Nilai TPP antara kelompok I, II, III sebelum dan sesudah infeksi takizoit Toxoplasma gondiimenunjukkan ada perbedaan signifikan (P>0,05) dengan analisisDuncan’s Multiple Range Test.
Kata Kunci : Toxoplasma gondii, Sari Buah Merah, Eritrosit, Hemoglobin, PCV, TPP