Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL WASTE KUZNETS CURVE: STUDI KASUS KABUPATEN DAN KOTA DI INDONESIA PADA TAHUN 2020

Y B ARIEL KENANDEGA, Muhammad Ryan Sanjaya, S.E., M.Int.Dev.Ec., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Terdapat banyak penelitian empiris yang menguji eksistensi dari environmental Kuznets curve, tetapi masih sedikit penelitian empiris yang menggunakan timbulan sampah sebagai indikator dari degradasi lingkungan khususnya di Indonesia. Hipotesis yang mengindikasikan hubungan antara timbulan sampah dengan indikator perekonomian ini kerap kali disebut dengan waste Kuznets curve. Studi ini menguji waste Kuznets curve menggunakan data cross-sectional dan metode ekonometri spasial dengan model spatial error model untuk mengontrol adanya dependensi spasial. Data yang digunakan untuk penelitian ini mencakup timbulan sampah per kabupaten atau kota yang bersumber dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Pendapatan Domestik Regional Bruto per kapita sebagai indikator dari pembangunan ekonomi serta beberapa variabel kontrol. Studi ini menemukan bahwa terdapat hubungan kuadratik berbentuk huruf U terbalik yang mengindikasikan terjadinya waste Kuznets curve di Indonesia. Titik puncak hubungan antara Pendapatan Domestik Regional Bruto per kapita dengan timbulan sampah per kapita diestimasi berada pada Pendapatan Domestik Regional Bruto per kapita dengan jumlah 291 juta rupiah. Hanya tiga kota yang memiliki Pendapatan Domestik Regional Bruto sama dengan atau lebih tinggi dari estimasi titik puncak tersebut. Selain itu, dari analisis spasial dapat diketahui bahwa terdapat korelasi positif antar kabupaten atau kota yang saling bertetangga.

Many empirical studies have investigated the environmental Kuznets curve existence, but only a few of them use solid waste generation as the indicator of environmental degradation, especially in Indonesia. The hypothesis that indicates a correlation between waste generation and economic indicators with an inverted u-shaped pattern is called the waste Kuznets curve. This study examines the waste Kuznets curve using cross-sectional data and spatial econometric approaches with spatial error model to control spatial dependence. The data used for this study includes the generation of waste per regency or city from Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional by the Ministry of Environment and Forestry of Indonesia and Gross Regional Domestic Product per capita as an indicator of economic development with some control variables. This study found an inverted U-shaped waste Kuznets curve relationship between Gross Regional Domestic Product per capita and solid waste generation per capita. The estimated turning point was found to be Rp 291 million per capita. Only three cities had Gross Regional Domestic Product per capita more or equal than the estimated turning point. In addition, spatial analysis indicates a positive correlation between neighboring cities or regencies.

Kata Kunci : Limbah padat, Environmental Kuznets Curve, Spasial

  1. S1-2021-408754-abstract.pdf  
  2. S1-2021-408754-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-408754-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-408754-title.pdf