Laporkan Masalah

KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN PERAIRAN SUNGAI MARTAPURA AKIBAT KONDISI SANITASI LINGKUNGAN MASYARAKAT (Studi Kasus: Desa Pingaran Ulu, Astambul, Banjar, Kalimantan Selatan)

DWITA SUBHI R, Dr. Sigit Heru Murti B.S, S.Si., M.Si. ; Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

Sanitasi lingkungan memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan manusia, karena sanitasi suatu lingkungan menunjukkan status kesehatan suatu lingkungan. Sanitasi lingkungan yang masih menjadi sorotan pemerintah adalah kondisi sanitasi lingkungan di daerah aliran sungai dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang belum menggunakan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) sesuai dengan standar, sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas air sungai. Sungai Martapura merupakan salah satu sungai yang memiliki fungsi sangat penting untuk kehidupan masyarakat di sekitarnya, salah satunya sebagai fasilitas MCK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kerusakan lingkungan perairan Sungai Martapura akibat sanirasi lingkungan masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Penentuan sampel untuk kualitas air menggunakan metode purposive sampling dan untuk penentuan sampel kulturalnya dengan metode purposive sampling. Kajian kerusakan lingkungan yang dilakukan dengan melihat ketiga aspek komponen lingkungan, yaitu komponen abiotik, komponen biotik, dan komponen kultural. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerusakan lingkungan untuk komponen abiotik dengan metode indeks pencemaran menunjukkan status mutu air tercemar sedang, komponen biotik dengan menggunakan metode indeks keanekaragaman plankton dan bentos menunjukkan kualitas lingkungan sangat buruk dan buruk, dan komponen kultural yaitu dengan indeks perilaku masyarakat menunjukkan sangat baik.

Environment sanitation has a close relationship with human's activities, since it shows the health status of an environment. Environment sanitation which has been government's attention is the condition of environment sanitation in the watershed for there are many people who have not used the facility of MCK (bath, wash, and toilet) as the standard, therefore, it can cause the decrease of river water quality. Martapura River is one of the rivers which has significant role for the lives of the local communities, as MCK facilities. The aim of this research was to study the environmental damage in Martapura River as the result of environment sanitation for the local communities. The sample determination for water quality used purposive sampling method, while for cultural sample determination used purposive sampling method. The study of the environmental damage was done by seeing three environmental component aspects; they are abiotic component, biotic component, and cultural component. The research result showed that the level of environmental damage for the abiotic component by using pollution index method was moderately polluted for the water quality status, for the biotic component by using plankton and bentos diversity index method showed that the environment quality was poor, and for the cultural component which was by community behaviour index was great.

Kata Kunci : Sanitasi lingkungan, sungai, kerusakan lingkungan

  1. S2-2021-437693-abstract.pdf  
  2. S2-2021-437693-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-437693-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-437693-title.pdf