Laporkan Masalah

PENGARUH IRIGASI SUBGINGIVAL PROPOLIS 10% PASCA KURETASE TERHADAP PENYEMBUHAN JARINGAN PERIODONTAL (Kajian terhadap Indeks Plak, Probing Pocket Depth, Bleeding on Probing, dan Konsentrasi Interleukin-1beta)

AYUDA NUR SUKMAWATI, drg Sri Pramestri Lastianny, M.S., Sp.Perio(K); drg Vincensia Maria Karina, MDSc., Sp.Perio(K)

2021 | Tesis-Spesialis | PERIODONSIA

Kuretase adalah perawatan bedah periodontal yang dilakukan dengan tujuan eliminasi poket periodontal. Hasil yang didapatkan dari perawatan kuretase dapat ditingkatkan dengan pengaplikasian irigasi subgingival sebagai terapi adjuvant. Propolis adalah bahan alami yang memiliki kemampuan antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Kemampuan terapeutik yang dimiliki oleh propolis tersebut membuat bahan ini dapat dipertimbangkan sebagai bahan irigasi subgingival. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aplikasi larutan propolis 10% sebagai bahan irigasi subgingival pasca kuretase terhadap indeks plak, probing pocket depth, bleeding on probing dan konsentrasi interleukin-1β. Pada penelitian ini terdapat 12 titik poket pada pasien dengan periodontitis kronis yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kuretase+irigasi propolis 10% dan kelompok kuretase+irigasi tetrasiklin 1%. Pengukuran parameter klinis dan pengambilan sampel cairan sulkus gingiva dilakukan pada hari ke 0 sebelum dilakukan kuretase dan pada hari ke 21 pasca kuretase. Data indeks plak dan BOP dianalisis statistik dengan menggunakan chi square test. Data reduksi konsentrasi interleukin-1β dianalisis statistik dengan menggunakan uji independent T-test. Data reduksi probing pocket depth dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian membuktikan bahwa kelompok kuretase+irigasi propolis 10% menunjukkan perbaikan rerata indeks plak, probing pocket depth, bleeding on probing dan konsentrasi interleukin-1β yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kuretase+irigasi tetrasiklin 1% (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah aplikasi larutan propolis 10% sebagai bahan irigasi subgingival pasca kuretase dapat memperbaiki indeks plak, probing pocket depth, bleeding on probing, dan konsentrasi interleukin-1β.

Curettage is a surgical periodontal therapy that aims to eliminate periodontal pocket. To enhance the output of this treatment, subgingival irrigation following curettage could be used as adjuvant therapy. Propolis as a natural remedy has the antibacterial, anti-inflammatory and antioxidant properties, which makes it a promising candidate as subgingival irrigation agent. The purpose of this study was to analyze the effect of 10% propolis as a subgingival irrigation agent after curettage on plaque index, probing pocket depth, bleeding in probing, and concentration of interleukin-1β (IL-1β). In this study there were 12 periodontal pockets, divided into 2 groups, the curettage+10% propolis irrigation group and curettage+1% tetracycline irrigation group. Plaque index, probing pocket depth, bleeding on probing and concentration of interleukin-1β were recorded at baseline and 21 days after curettage. Data of plaque index and BOP were analyzed with chi square test. Data of interleukin-1β reduction were analyzed with independent T-test. Reduction of probing pocket depth were analyzed with Mann-Whitney test. Statistical analysis showed that curettage+10% propolis irrigation group had better improvement on plaque index, probing pocket depth, bleeding on probing, and concentration of interleukin-1β on day 21 compared to curettage+1% tetracycline irrigation group (p<0,05). In conclusion, the application of 10% propolis as subgingival irrigation agent following curettage could improve plaque index, probing pocket depth, bleeding on probing, and concentration of interleukin-1β.

Kata Kunci : kuretase, propolis, irigasi subingiva

  1. Spesialis-2021-451870-abstract.pdf  
  2. Spesialis-2021-451870-bibliography.pdf  
  3. Spesialis-2021-451870-tableofcontent.pdf  
  4. Spesialis-2021-451870-title.pdf