Arsitektur Bioklimatik pada Hunian Bertingkat Tinggi Paska Pandemi: Kasus Rusunawa Jatinegara Barat dan Rusunawa Pasar Rumput
NATALIA SUWARNO, Prof. Dr. Ir. Budi Prayitno, M.Eng.
2021 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURKepadatan penduduk di Indonesia, khususnya Jakarta memicu pertumbuhan bangunan hunian bertingkat tinggi untuk memaksimalkan penangkapan nilai lahan. Pembangunan Seimbang didengungkan untuk mencukupi kebutuhan dan daya beli masyarakat terhadap pilihan perumahan yang terjangkau. Rusunawa merupakan salah satu turunan dari kebijakan rumah berimbang, yaitu dari kebijakan KotaKU. Rusunawa Jatinegara Barat dan Rusunawa Pasar Rumput merupakan rusunawa yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi kalangan menengah ke bawah yang mengusung konsep bangunan fabrikasi bertingkat tinggi dengan harapan alam. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip arsitektur bioklimatik dalam kedua kasus dan menggabungkan variabel pandemi COVID-19 sebagai hal baru dalam mengetahui tingkat kenyamanan termal dan titik keramaian dalam bangunan sebagai mitigasi COVID-19 di masa depan. Penelitian ini menggunakan simulasi Honeybee dan Butterfly untuk menentukan tingkat dalam ruangan dalam kasus yang dipilih dan berfokus pada penduduk untuk bertemu dan bersosialisasi.
Population density in Indonesia, especially Jakarta triggers the growth of high-rise residential buildings to maximize land value capture. Balanced Development is buzzed to compensate the needs and purchasing power of the community towards affordable housing options. Rusunawa is one of the derivatives of balanced house policy, namely from KotaKU policy. Rusunawa Jatinegara Barat and Rusunawa Pasar Rumput are rusunawa that are built to meet the needs of housing for the lower middle class who carry the concept of high-rise fabrication buildings with the expectations of nature. This paper aims to know the application of the principles of bioclimatic architecture in both cases and combine the variables of the COVID-19 pandemic as a novelty in knowing the level of thermal comfort and crowding point in buildings as a mitigation of COVID- 19 in the future. The study used Honeybee and Butterfly simulations to determine the level of indoors in the selected case and focused on residents to meet and socialize.
Kata Kunci : Mitigasi COVID-19, Arsitektur Bioklimatik, Rusunawa