Laporkan Masalah

TINGKAH LAKU ESTRUS SAPI BALI DARA YANG DIKANDANGKAN DI KEBUN PENDIDIKAN, PENELITIAN, DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN (KP4) UNIVERSITAS GADJAH MADA

WIDYA SURYANI, Dr. drh. Prabowo Purwono Putro, M.phill

2011 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkah laku, gejala estrus, intensitas estrus, lama estrus dan lama siklus estrus ketika menunjukkan birah alamiah pada sapi Bali dara yang dikandangkan. Penelitian ini menggunakan 5 ekor sapi Bali dara umur 2,5-3 tahun, berat badan 217,6 ± 11,2 kg, kemudian dilakukan pengamatan secara langsung di lapangan pada pagi, sore dan malam hari saat sapi mulai menunjukkan gejala estrus sampai gejala tersebut tidak terlihat lagi. Pengamatan dilakukan selama tiga kali siklus estrus berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya sapi memperlihatkan gejala estrus dengan intensitas yang jelas (skor 3) dengan gejala kebengkakan pada vulva, mukosa vagina sangat merah, hangat, keluar lendir transparan dan lengket dari vagina, gelisah, lebih suka menyendiri dan menjauh dari kelompok, nafsu makan menurun, hingga puncaknya terlihat saat sapi menaiki dan diam saat dinaiki oleh sapi betina lainnya. Penghitungan terhadap lama estrus diketahui rata-rata adalah 24,1 ± 0,31 jam, sedangkan untuk lama siklus estrus rata-rata adalah 20,9 ± 3,45 hari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Bali dara yang dikandangkan masih mampu memperlihatkan gejala estrus dengan jelas. Namun disarankan agar pengamatan estrus secara cermat harus tetap dilakukan untuk memudahkan dalam pelaksanaan perkawinan agar mendapatkan hasil konsepsi yang optimal

The purpose of this study was to determine the estrus behavior, symptoms of estrus, intensity of estrus, length of estrus and period of estrus cycle when they show natural estrus in barned Bali cattle heifers. This study used 5 heads of Bali cattle heifers age from 2.5 to 3 years old, with body weight 217.6 ± 11.2 kgs, and then direct observed in the field in the morning, afternoon and evening when animals began showing symptoms of estrus until the symptoms were not visible anymore. Observations were made during three consecutive estrous cycles. The results showed that heifers generally showed the symptoms of estrus with a clear intensity (score 3), with symptoms swelling of the vulva, reddeing in mocosa, warm, transparent and sticky mucus flowing out from the vagina, restless, preferring to be alone and separate from the group, decreased appetite, until the heifers in standing heat and be quiet when ridden by other cows. The calculation about the average length of estrus was 24.1 ± 0.31 hours and an average period of estrous cycle 20.9 ± 3.45 days. Based on the results showed that barned Bali cattle heifers were able to show symptoms of estrus. However, it is suggested that careful observation of estrus should be done to facilitate the implementation of mating in order to obtain optimal in conception results.

Kata Kunci : sapi Bali, birahi alamiah, gejala estrus, intensitas estrus, lama estrus, lama siklus estrus

  1. abstract.pdf  
  2. bibliography.pdf  
  3. table_of_content.pdf  
  4. title.pdf