Laporkan Masalah

Pengaruh Induksi Asam Urat dan Pemberian Vitamin D pada Mencit terhadap Inflamasi Hepar dan Ekspresi Nuclear Factor Kappa B (NFkB) dan Monocyte Chemoattractant Protein-1 (MCP-1)

SELLY SILVIANTI, Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes., PA (K); Wiwit Ananda Wahyu Setyaningsih, S.Keb., M.Sc

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Hiperurisemia merupakan suatu keadaan patologis yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Asam urat dapat menyebabkan translokasi NF-Kappa B dari sitoplasma menuju ke nukleus untuk mengaktifkan sitokin dan kemokin proinflamasi. Tingginya kadar asam urat dapat menginduksi kerusakan hepar. Kerusakan hepatosit akan menginduksi pelepasan kemokin monocyte chemoattractant protein - 1 (MCP - 1).Vitamin D diketahui memiliki efek protektif terhadap kejadian Inflamasi, namun pengaruhnya terhadap ekspresi NF-Kappa B dan MCP-1 di hepar perlu diketahui lebih lanjut. Tujuan Penelitian: Mengkaji pengaruh pemberian vitamin D terhadap inflamasi pada hepar dan ekspresi gen NF-Kappa B dan MCP-1 pada mencit yang di induksi asam urat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only with controlled group dengan subjek 24 ekor mencit jantan galur Swiss webster dewasa. Asam urat 125 mg/kgBB diberikan dengan injeksi intraperitoneal untuk menginduksi kondisi hiperurisemia selama 7 hari (AU7, n=6) dan 14 hari (AU14, n=6). Vitamin D 0,5 mikro/kgBB diberikan secara intraperitoneal pada kelompok Mencit yang sudah 14 hari diinduksi asam urat (AU14D7, n=6) selama 7 hari. Kelompok kontrol diberi NaCl selama 14 hari. Pada hari yang telah ditentukan diterminasi dan diambil organ hepar. Pemeriksaan ekspresi mRNA gen NF-KappaB dan ekspresi mRNA gen MCP-1 menggunakan RT-PCR serta visualisasi dengan pewarnaan IHC CD68. Hasil Penelitian: Ekspresi mRNA NF-KappaB pada kelompok AU14 lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Sedangkan, pada kelompok AU14D7 ekspresi mRNA NF-KappaB lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan kelompok AU14 (p<0,05). Ekspresi mRNA MCP-1 tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (P>0,05). Tampakan infiltrasi makrofag pada hepar Mencit yang diinduksi asam urat dan pada kelompok yang diberi vitamin D menunjukkan tren penurunan infiltrasi makrofag secara kualitatif. Kesimpulan: Vitamin D memiliki efek hepatoprotektif dalam memperbaiki kondisi hiperurisemia dilihat dari ekspresi mRNA NF-KappaB dan infiltrasi makrofag dengan marker inflamasi CD68, dan perlu dikaji lebih lanjut tentang mediator inflamasi lainnya selain MCP-1.

Background: Hyperuricemia is a pathological condition characterized by high uric acid levels in the blood. Uric acid can cause NF-KappaB translocation from the cytoplasm to the nucleus to activate pro-inflammatory cytokines and chemokines. High levels of uric acid can induce liver damage. Hepatocyte damage will induce the release of chemokine monocyte chemoattractant protein - 1 (MCP - 1). Vitamin D is known to have a protective effect against inflammatory events, but its effect on the expression of NF-KappaB and MCP-1 on liver needs to be further investigated. Objective: To examine the effect of vitamin D on inflammation in the liver and expression of NF-KappaB and MCP-1 genes in uric acid induced mice. Methods: This study was an experimental study with a posttest only control group design with 24 male Swiss webster mice. Uric acid 125 mg / kgBW was given with intraperitoneal injection to induce hyperuricemic condition for 7 days (AU7, n=6) and 14 days (AU14, n=6). Vitamin D 0,5 micro/KgBW were administered intraperitoneally after 14 days of uric acid induction (AU14D7, n=6) for 7 days. Control group was injected with NaCl for 14 days.After treatment of uric acid induction with and without Vitamin D for 7 and 14 days, on the predetermined day, the liver was terminated and the liver was taken. Examination of mRNA expression of the NF-KappaB gene and mRNA expression of the MCP-1 gene used RT- PCR and visualization with IHC CD68 staining. Results: The expression of NF-KappaB mRNA in the AU14 group was significantly higher than the control group (p <0.05). Meanwhile, in the AU14D7 group the expression of NF-KappaB mRNA was significantly lower than that in the AU14 group (p <0.05). There was no significant difference between MCP-1 mRNA expression between groups (P> 0.05). Appearance of macrophage infiltration in the liver of Mice induced by uric acid and in the group given vitamin D showed a trend of decreasing macrophage infiltration qualitatively. Conclusion: Vitamin D has a hepatoprotective effect in improving hyperuricemia conditions seen from the expression of NF-KappaB mRNA and macrophage infiltration with inflammatory markers CD68, and it is necessary to study further on other inflammatory mediators besides MCP-1.

Kata Kunci : Asam urat, Vitamin D, Inflamasi, Hepar, NF-KappaB, MCP-1

  1. S1-2021-414435-abstract.pdf  
  2. S1-2021-414435-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-414435-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-414435-title.pdf