Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KEPARAHAN LESI ARTERI KORONER PADA PASIEN YANG MENJALANI ANGIOGRAFI KORONER ELEKTIF

RIANZA AINUNNISA, dr. Vita Yanti Anggraeni, M.Sc., Ph.D, Sp.PD, Sp.JP ; dr. Vina Yanti Susanti, M.Sc, Ph.D, Sp.PD, K-EMD

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar belakang : Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke. penyakit jantung koroner dikaitkan dengan aterosklerosis dimana terbentuknya lesi yang menyumbat ataupun mempersempit arteri koroner yang berdampak pada penurunan suplai darah dan oksigen ke otot jantung. Penyempitan arteri koroner diperparah oleh salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner yaitu obesitas. Obesitas menyebabkan berbagai kondisi abnormal yang dapat memicu terbentuknya plak aterosklerosis, sehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner. Angiografi koroner dibutuhkan untuk mempelajari penyumbatan ataupun penyempitan dari arteri koroner sehingga penulis dapat mengetahui tingkat keparahan lesi arteri koroner yang dihubungkan dengan vasokontriksi arteri akibat hipertensi. Tujuan : untuk mengetahui hubungan obesitas dengan keparahan lesi arteri koroner pada pasien penyakit jantung koroner stabil yang menjalani angiografi koroner di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan potong lintang dan dilakukan pada 78 pasien yang menjalani angiografi koroner. Diagnosis obesitas ditegakkan pengukuran BMI dengan data tinggi badan dan berat badan pasien yang diperoleh dari rekam medis pasien. Derajat keparahan lesi arteri koroner dinilai menggunakan skor Gensini. Subjek yang diteliti merupakan pasien yang berkunjung di Instalasi Rawat Inap Jantung RSUP Dr. Sardjito yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini melakukan analisis korelasi dengan Chi-Square. Hasil : Dari 78 subjek yang diteliti, sebanyak 54 pasien memiliki derajat keparahan lesi arteri koroner yang berat (PJK berat) dan dari 34 subjek obesitas, sebanyak 23 pasien memiliki derajat keparahan lesi arteri koroner yang berat (PJK berat). Hasil penelitian dianalisis dengan Chi-Square dan didapatkan hasil yang tidak signifikan secara statistik (p value = 0,611). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan keparahan lesi arteri koroner di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Background : Coronary heart disease is one of the highest motal cause in Indonesia, just a level below stroke. Coronary heart disease is connected with the occurrence of atherosclerosis, which is the formation of lesion that blocks or restricts coronary artery lumen, which could affect in the decrease of blood and oxygen supply to myocardium. This restriction of coronary artery worsened by one of the risk factor of it, which is obesity. Obesity is an abnormal condition which could lead the formation of atherosclerotic plaque, so that it could increase the probability of coronary artery disease occurrence. Coronary angiography is needed to study about the blockage or restriction of coronary artery so that the observer could observe the severity of coronary artery lesion linked to obesity. Objective: To determine the correlation between obesity and the severity of coronary artery lesion among patients who underwent coronary angiography in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Method: This study was an observational study using a cross-sectional design and carried on 78 patients who underwent coronary angiography. Obesity was diagnosed by BMI measurement which weight and height data is collected from patients medical records. The severity of coronary artery lesion was measured by Gensini scoring system. The subjects of this research were gathered from the Special Region of Yogyakarta who visited Instalasi Rawat Jantung RSUP Dr. Sardjito and fulfilled the inclusion and exclusion criteria. This study conducted the correlation analysis using Chi-Square. Result: Among 78 subjects, 54 patients had severe coronary lesion due to high Gensini score and among 34 subjects who are obese, 23 patients also had high Gensini score. The results was analyzed using Chi-Square, showed no stastically significant (p value = 0,611). Conclusion: There is no significant correlation between obesity and the severity of coronary artery lesion among patients in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Kata Kunci : Penyakit jantung koroner, Aterosklerosis, Obesitas, Angiografi koroner, Iskemik jantung

  1. S1-2020-409160-abstract.pdf  
  2. S1-2020-409160-bibliography.pdf  
  3. s1-2020-409160-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-409160-title.pdf