Laporkan Masalah

Pembiayaan Medis Langsung Pada Pasien Infark Miokard Akut Dengan Elevasi Segmen ST Rawat Inap Dengan Intervensi Koroner Perkutan Di RSUP Dr. Sardjito Tahun 2014-2018

GHINA MAHDI AGUSTIN, dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D; dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Sindrom koroner akut (SKA) menjadi masalah utama di Indonesia khususnya dalam hal pembiayaan. SKA merupakan penyakit katastropik dengan angka rawat inap tinggi. IMA-EST merupakan kejadian SKA yang paling sering ditemui dengan biaya perawatan paling tinggi dibanding kejadian infark miokard lainnya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya medis langsung pasien rawat inap IMA-EST dengan IKP di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2014-2018. Metode: menggunakan rekam medis dan data pembiayaan. Subjek penelitian adalah pasien rawat inap dengan diagnosis utama IMA-EST kasus baru yang melakukan IKP di RSUP Dr. Sardjito Juni 2014-Juni 2018. Penelitian ini menghitung biaya medis langsung selama pasien dirawat inap pertama kali. Data hasil penelitian akan di analisis secara deskriptif. Hasil: komponen biaya terbesar adalah biaya alat/bahan habis pakai, layanan profesional, dan tindakan invasif. Rata-rata biaya rawat inap pasien IMA-EST Juni 2014-Juni 2018 adalah 49.176.000 rupiah dengan besar simpangan baku 12.554.000 rupiah. Pada penelitian ini terdapat 68 pasien dengan biaya rawat inap di bawah rentang rata-rata, 104 pasien di atas rentang, dan 652 pasien berada di rentang rata-rata. Kesimpulan: Rata-rata biaya rawat inap 824 pasien IMA-EST di RSUP Dr. Sardjito adalah 49.176.000 rupiah dengan besar simpangan baku 12.554.000 rupiah.

Background: cardiovascular disease is the leading cause of death in the world. Acute coronary syndrome (ACS) is a major problem in Indonesia, especially in the terms of financing. ACS is a catastrophic disease with a high hospitalization rate. STEMI is the most often case of ACS with the highest cost then the other myocardial infarction. Objective: to estimate the direct medical cost of STEMI in inpatient ward at RSUP Dr. Sardjito 2014-2018. Method: this study used medical records and billing database of treatment costs. The research subjects were inpatients with newly diagnosed STEMI with PCI at RSUP Dr. Sardjito in June 2014-June 2018. This study calculated the direct medical costs during the patient�¢ï¿½ï¿½s first hospitalization. Then, the result was analyzed descriptively. Result: based on the STEMI hospitalization costs in RSUP Dr.Sardjito, the most cash flow went to the medical equipment, professional service, and invasive procedure. The average hospitalization costs from June 2014 to June was 49.176.000 rupiahs with a standard deviation of 12.554.000 rupiahs. There were exactly 68 patients with hospitalization costs below average, 104 patients were above average and 652 were in the mean range. Conclusion: the average cost of hospitalization for 824 STEMI inpatients in RSUP Dr. Sardjito was 49.176.000 rupiahs with a standard deviation of 12.554.000 rupiahs.

Kata Kunci : IMA-EST, biaya medis langsung, biaya penyakit, rawat inap