Laporkan Masalah

Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Perawat di RSUP dr.Sardjito Yogyakarta

MUHAMMAD FATIH R N, dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Sp.An., KAP., Ph.D; dr. Mahmud, Sp.An, KMN, FIPM, M.Sc

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar belakang: NPB (Nyeri Punggung Bawah) adalah penyebab umum terjadinya morbiditas pada pekerja kesehatan. Perawat adalah sekelompok profesi dalam pelayanan kesehatan yang berisiko terkena NPB. Profesi perawat dituntut untuk mengangkat dan transfer pasien maupun peralatan medis, sering dihadapkan dengan lingkungan yang sulit terutama di negara berkembang dimana tidak selalu tersedianya alat bantu yang praktis untuk mengangkat. Untuk Prevalensi NPB sendiri secara keseluruhan lebih tinggi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Perempuan juga dilaporkan mengalami gangguan fungsi yang lebih berat dibandingkan laki-laki. Berdasarkan studi yang telah dilakukan ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi termasuk muskuloskeletal (kehamilan, pengasuhan anak),fisiologis (lebih sedikit otot dan massa tulang), dan faktor psikologis. Respons biologis terhadap kehamilan dan persalinan, stres fisik dalam membesarkan anak, kenaikan berat badan perimenopause merupakan penyebab tambahan untuk NBP. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian nyeri punggung bawah pada perawat di RSUP dr Sardjito Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan studi observasioal analitik dengan desain potong lintang. Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah Semua perawat bangsal yang telah bekerja minimal satu tahun di RSUP dr. Sardjito. Sementara kriteria ekslusinya yakni, perawat yang memiliki riwayat kelainan atau trauma pada tulang belakang dan perawat yang tidak mengisi kuesioner pada satu/ lebih bagian: jenis kelamin, usia, tinggi badan, berat badan, paritas (riwayat melahirkan), status menikah ,riwayat trauma dan kelainan tulang belakang sebelumnya.Data diolah menggunakan uji regresi logistik dengan kemaknaan p < 0.05. Hasil Penelitian: Dari hasil analisis ditemukan bahwa prevalensi NPB perawat RSUP dr.Sardjito adalah 31,9%, (200 perawat memiliki keluhan nyeri punggung bawah dari total 626 perawat). Secara ringkas berdasarkan hasil yang kami dapat setelah dilakukan analisis, tidak ada hubungan yang bermakna antara semua variabel: jenis kelamin, usia, IMT, paritas, status pernikahan dan usia dengan kejadian NPB pada perawat di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian nyeri punggung bawah pada perawat di RSUP dr. Sardjito ,Yogyakarta.

Background: LBP (Lower Back Pain) is a common cause of morbidity in health workers. Nurses are a group of professions in health services who are at risk of developing NPB. The nursing profession is required to lift and transport patients and medical equipment, often faced with a difficult environment, especially in developing countries where practical tools for lifting are not always available. The overall prevalence of NPB is higher in female than in male. Female also reported more severe dysfunction than male. Based on the studies that have been done there are several things that can cause this to happen including musculoskeletal (pregnancy, childcare), physiology (less muscle and bone mass), and psychological factors. Biological responses to pregnancy and childbirth, physical stress in raising children, perimenopausal weight gain are additional causes for LBP. Objective: to study the association between gender and low back pain among the nurses at Sardjito Hospital. Method: This study used an analytical observational study with a cross-sectional design. The inclusion criteria of this study were all ward nurses who had worked for at least one year at Sardjito Hospital. While the exclusion criteria are nurses who have a history of abnormalities or trauma to the spine and nurses who do not fill out a questionnaire in one / more sections: gender, age, height, weight, parity (birth history), marital status, history of trauma and Previous spinal abnormalities. Data were processed using logistic regression test with a significance of p <0.05. Result: From the analysis, it was found that the prevalence of NPB nurses at Sardjito Hospital was 31.9%, (200 nurses had complaints of low back pain out of a total of 626 nurses). In summary, based on the results we got after analysis, there was no significant relationship between all variables: gender, age, BMI, parity, marital status and age with LBP among nurses at Sardjito Hospital,Yogyakarta. Conclusion: There is no association between gender and low back pain among the nurses at Sardjito Hospital

Kata Kunci : Nyeri Punggung Bawah, Jenis Kelamin, NPB

  1. S1-2021-409153-abstract.pdf  
  2. S1-2021-409153-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-409153-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-409153-title.pdf